
Pertandingan antara Juventus vs Lazio sempat dikritik keras oleh Luciano Spalletti. (Dok. Juventus)
JawaPos.com - Isu profesionalisme wasit kembali menjadi perbincangan hangat di Serie A. Kali ini, topik tersebut mencuat setelah pelatih Juventus, Luciano Spalletti, melontarkan pernyataan yang cukup tajam usai Juventus bermain imbang 2-2 saat melawan Lazio.
Spalletti menilai wasit berada dalam posisi yang tidak setara dengan para pemain yang berlaga di lapangan.
Menurut Spalletti, di dalam pertandingan terdapat 22 pemain profesional, sementara wasit justru berada dalam situasi yang tidak pasti.
Ia menyebut pengadil lapangan masih harus memikirkan pekerjaan lain di luar sepak bola dan belum tentu mendapat jaminan tetap menjadi wasit pada musim berikutnya.
Pernyataan tersebut kembali membuka diskusi lama soal status dan kesejahteraan wasit di Italia.
Secara finansial, wasit Serie A memang menerima bayaran yang terbilang besar untuk setiap pertandingan.
Seorang wasit utama yang memimpin laga kasta tertinggi Liga Italia memperoleh sekitar EUR 4.000 per pertandingan.
Sementara itu, wasit Serie B mendapatkan setengahnya, yakni sekitar EUR 2.000 per pertandingan.
Namun, jumlah tersebut tidak berdiri sendiri. Perangkat pertandingan lain juga memperoleh kompensasi sesuai peran masing-masing.
Petugas VAR di Serie A menerima sekitar EUR 1.700 per pertandingan, asisten wasit mendapat EUR 1.400, sementara wasit keempat diganjar EUR 500.
Selain honor per laga, wasit juga menerima penghasilan tetap tahunan, dengan nominal yang berbeda tergantung jumlah penugasan dan status pertandingan internasional.
Di level Eropa, penghasilan wasit yang didapat cukup tinggi. Wasit yang bertugas di Liga Champions bisa mengantongi hingga EUR 10.000 untuk laga final.
Meski demikian, bayaran tinggi tersebut masih belum serta-merta menjadikan wasit berstatus profesional penuh seperti pemain atau pelatih.
Asosiasi Wasit Italia (AIA) menyatakan terbuka terhadap wacana reformasi. Mereka menegaskan tidak pernah menolak pembahasan profesionalisme, selama tujuan akhirnya adalah menjaga independensi, kewibawaan, serta kualitas pengambilan keputusan wasit di lapangan.
Dari sisi klub, CEO Bologna Claudio Fenucci juga menilai profesionalisme bisa menjadi solusi jangka panjang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
