
Roberto De Zerbi. (ANTARA/Brighton/Paul Hazlewood)
JawaPos.com - Olympique Marseille resmi berpisah dengan pelatih Roberto De Zerbi. Keputusan ini diumumkan klub pada Selasa (11/2/2026) waktu setempat, menyusul hasil buruk yang dialami tim dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Marseille menyebut perpisahan dengan pelatih asal Italia tersebut terjadi atas dasar kesepakatan bersama.
Artinya, tidak ada pemecatan sepihak, melainkan keputusan bersama yang diambil demi kepentingan tim.
Situasi ini tak lepas dari performa Marseille yang menurun. Kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain menjadi pukulan paling terasa.
Tak hanya itu, langkah mereka di Liga Champions juga terhenti setelah kalah 0-3 saat bertandang ke markas Club Brugge. Dua hasil tersebut memperbesar tekanan terhadap De Zerbi.
Padahal, eks pelatih Brighton & Hove Albion itu sempat membawa angin segar saat datang ke Stade Velodrome pada musim panas tahun 2024.
Di musim pertamanya, De Zerbi sukses mengantar Marseille finis sebagai runner-up Ligue 1. Capaian itu sempat memunculkan harapan bahwa Marseille bisa bersaing di papan atas Liga Prancis menghentikan dominasi PSG.
Namun dimusim ini, performa tim tidak stabil. Hingga pekan terakhir sebelum pengumuman perpisahan, Marseille tertahan di posisi keempat klasemen sementara Ligue 1.
Mereka terpaut 12 poin dari PSG yang memimpin klasemen. Selisih tersebut membuat peluang juara kian menipis.
Manajemen klub menyebut keputusan ini diambil setelah melalui diskusi panjang antara pemilik klub, presiden, direktur olahraga, dan sang pelatih. Perubahan di kursi pelatih dinilai perlu untuk menjawab tantangan di sisa musim kompetisi.
Kini, fokus Marseille adalah mengamankan posisi terbaik di liga demi tiket bisa tampil di kompetisi Eropa musim depan. Dengan persaingan yang masih ketat di papan atas, konsistensi akan menjadi kunci.
Sementara itu, masa depan De Zerbi menarik untuk ditunggu. Dengan pengalaman melatih di Italia, Ukraina, Inggris, dan Prancis, namanya diyakini tetap memiliki daya tarik di pasar pelatih Eropa.
Gaya bermain progresif yang ia usung selama ini masih dianggap relevan dengan tren sepak bola modern.
Perpisahan ini menandai akhir perjalanan De Zerbi bersama Marseille yang terbilang singkat, namun penuh dinamika. Kini, klub dan pelatih sama-sama bersiap membuka lembaran baru.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
