Ange Postecoglou berpose bersama trofi Liga Europa ketika melatih Tottenham Hotspur pada musim 2024/25 (Dok. Sky Sports)
JawaPos.com – Ange Postecoglou secara terang-terangan menilai bahwa Tottenham Hotspur bukanlah sebuah klub besar usai pemecatan pelatih mereka sebelumnya, Thomas Frank.
Dikutip dari situs berita Daily Mail, Postecoglou menegaskan bahwa pelatih mana pun akan kesulitan untuk membangun kesuksesan ketika berada di lingkungan klub yang tidak stabil.
Pelatih asal Australia tersebut merasa Tottenham Hotspur bukanlah sebuah klub besar terkait pemecatan pada musim panas 2025/26 lalu setelah dua tahun melatih di klub London itu.
Baca Juga: Brentford Imbangi Arsenal, Peter Crouch Beberkan Perbedaan Martin Odegaard dan Eberechi Eze
“Tottenham (Hotspur) sebagai klub akan mengatakan: ‘kami adalah salah satu klub besar’ dan kenyataannya saya rasa mereka bukan (klub besar),” kata Postecoglou kepada The Overlap.
Postecoglou juga mengamati aktivitas transfer Tottenham Hotspur yang cenderung lesu jika dibandingkan dengan pergerakan Arsenal ketika merekrut Declan Rice dengan biaya selangit.
“Ketika Arsenal membutuhkan pemain, mereka menghabiskan (biaya) 100 juta euro untuk Declan Rice, saya tidak melihat Tottenham (Hotspur) melakukan itu,” lanjut Postecoglou.
Postecoglou juga mengamati adanya ketidakstabilan di Tottenham Hotspur yang membuat mereka memecat Frank setelah kalah 1-2 dari Newcastle United pada Selasa (10/2) lalu.
“Mereka memiliki manajer kelas dunia di sana. Mereka belum meraih kesuksesan. Apa alasan perubahan besar seperti itu? Thomas (Frank) pergi tetapi apa tujuannya?” tanya Postecoglou.
“Jadi, jika Anda akan melakukan perubahan besar seperti itu, Anda harus memahami bahwa akan ada ketidakstabilan di sana (di dalam tubuh Tottenham Hotspur),” tegas Postecoglou.
Postecoglou juga ikut berkomentar mengenai pemecatan beberapa pelatih terkenal mulai dari Antonio Conte, José Mourinho, hingga Mauricio Pochettino selama beberapa tahun terakhir.
“Jika Anda melihat daftar nama-nama (pelatih) tersebut, sebenarnya tidak ada tema umum di sana dalam apa yang mereka coba lakukan (untuk membangun klub),” pungkas Postecoglou.
Postecoglou membawa Tottenham Hotspur finis di posisi ke-17 Liga Inggris musim 2024/25 sebelum memenangkan Liga Europa untuk mengamankan tempat di Liga Champions Eropa.
Sementara Frank sedikit lebih baik dengan membawa Tottenham Hotspur berhasil lolos ke babak gugur Liga Champions Eropa 2025/26 setelah finis di posisi keempat dalam fase grup.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
