Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Februari 2026, 15.47 WIB

Kartu Merah Alvaro Morata Jadi Petaka, Como Tumbang 1-2 dari Fiorentina di Giuseppe Sinigaglia

Fiorentina tumbangkan Como di Giuseppe Sinigaglia. (X/@Como_1907) - Image

Fiorentina tumbangkan Como di Giuseppe Sinigaglia. (X/@Como_1907)

JawaPos.com - Fiorentina berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1 atas Como dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026. Como sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu (14/2), tetapi gagal setelah bermain hanya dengan 10 pemain.

Fiorentina tampil cukup disiplin sejak awal pertandingan dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik. Fiorentina bahkan membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-26 melalui gol Nicolo Fagioli.

Gelandang berusia 25 tahun itu mencetak gol lewat tembakan dari dalam kotak penalti yang mengarah ke sudut bawah gawang dan membawa Fiorentina unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Como sebenarnya mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang tercipta melalui Nico Paz dan Martin Baturina, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat tuan rumah gagal mencetak gol penyeimbang sebelum jeda.

Dilansir dari ESPN, Fiorentina mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-52 setelah terjadi pelanggaran di area terlarang. Moise Kean sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-54 dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Tendangan kerasnya ke sudut atas gawang tidak mampu dijangkau kiper Como.

Tertinggal dua gol, Como tidak menyerah dan terus menekan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77 setelah bek Fiorentina Fabiano Parisi mencetak gol bunuh diri saat mencoba mengantisipasi bola silang. Gol itu memperkecil ketertinggalan Como menjadi 1-2 dan kembali membuka peluang bagi tuan rumah untuk menyamakan kedudukan.

Como terus berusaha mengejar gol penyeimbang di sisa waktu pertandingan. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk sundulan Marc Oliver Kempf. Namun, kokohnya penjaga gawang David de Gea menjadi salah satu faktor penting yang menggagalkan upaya Como.

Situasi semakin sulit bagi Como setelah Alvaro Morata menerima kartu kuning kedua pada menit ke-89, hanya berselang satu menit setelah mendapat kartu kuning pertamanya. Dilansir dari The Sun, Morata menerima kartu kuning pertama pada menit ke-88 setelah memprotes keputusan wasit.

Hanya satu menit kemudian, penyerang asal Spanyol itu terlibat insiden dengan Luca Ranieri setelah melakukan kontak offball dengan menyundul pemain lawan yang membuat wasit kembali mengeluarkan kartu kuning dan mengusirnya dari lapangan.

Kartu merah itu memaksa Como bermain dengan 10 pemain pada menit-menit akhir, sekaligus mengurangi peluang mereka untuk menyamakan skor. Meskipun ada tambahan waktu lima menit, Como tidak mampu mencetak gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Como Cesc Fabregas turut menanggapi insiden panas yang terjadi di akhir pertandingan. Dilansir dari wawancara DAZN Futbol, Fabregas menegaskan bahwa provokasi merupakan bagian dari dinamika sepak bola dan pemain harus mampu mengendalikan emosi mereka.

“Provokasi adalah bagian dari sepak bola. Siapa pun yang tidak bisa hidup dengan provokasi, maka sebaiknya memilih pekerjaan lain. Dia adalah pemain berpengalaman, dan saya mengharapkan lebih darinya dalam hal ini,” kata Fabregas.

Hasil itu pun berdampak pada posisi Como di klasemen sementara Serie A musim 2025/2026 yang saat ini harus bertengger di posisi ketujuh dengan 41 poin. Como yang sebelumnya menempati peringkat keenam harus turun posisi setelah disalip Atalanta yang mengoleksi 42 poin usai meraih kemenangan atas Lazio.

Sementara itu, kemenangan Fiorentina belum mampu mengangkat posisi mereka secara signifikan di klasemen sementara. Fiorentina masih tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 21 poin dari 25 pertandingan. Meskipun demikian, tambahan tiga poin ini menjadi sangat penting bagi Fiorentina untuk menjaga peluang keluar dari zona degradasi.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore