Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 21.14 WIB

Jamie Carragher Dan Thierry Henry Kompak Kecam Jose Mourinho usai Lakukan Gashlighting ke Vinicius Junior

Jose Mourinho menyebut selebrasi Vinicius Junior tidak sopan usai laga Real Madrid vs Benfica yang diwarnai dugaan rasisme. Komentarnya menuai kritik dari sejumlah legenda sepak bola. (Ist) - Image

Jose Mourinho menyebut selebrasi Vinicius Junior tidak sopan usai laga Real Madrid vs Benfica yang diwarnai dugaan rasisme. Komentarnya menuai kritik dari sejumlah legenda sepak bola. (Ist)

JawaPos.com – Jamie Carragher dan Thierry Henry secara kompak menuduh pelatih Benfica Jose Mourinho melakukan aksi gashlighting kepada pemain Real Madrid Vinicius Junior.
Dikutip dari situs berita Daily Mail, Mourinho berpandangan bahwa selebrasi gol Vinicius Jr dianggap memprovokasi para penonton dan pemain Benfica sebelum insiden rasisme terjadi.

Gaslighting dan rasisme yang dialami oleh Vinicius Jr tersebut terjadi dalam pertandingan leg pertama babak play-off 16 besar antara Benfica melawan Real Madrid pada Rabu (18/2) lalu.
Vinicius Jr kemudian menerima kartu kuning karena selebrasi golnya di sekitar bendera sudut dianggap memprovokasi penonton dan ia lalu berjalan kembali ke lingkaran tengah lapangan.

Saat berjalan kembali ke lingkaran tengah lapangan untuk memulai laga, Vinicius Jr marah karena diduga menerima kata-kata kurang pantas dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Vinicius Jr menuduh Prestianni tertangkap kamera memanggilnya ‘monyet’ sambil menutupi mulutnya dengan bagian atas bajunya ketika sedang berjalan kembali ke lapangan tengah.

Rekan setim Vinicius Jr, Aurélien Tchouaméni, mengatakan kepada wartawan selepas laga bahwa ia mengklaim Prestianni menggunakan kata-kata homofobia dalam bahasa Spanyol. Mourinho lalu diusir dari lapangan usai menerima kartu merah di akhir pertandingan karena protes bahwa Vinicius Jr seharusnya menerima kartu kuning kedua atas insiden terpisah.

Mourinho juga menyalahkan Vinicius Jr atas semua insiden yang terjadi selama pertandingan dan meyakini bahwa pemain tim nasional Brasil tersebut telah memprovokasi penonton.

“Vinicius (Junior) seharusnya tidak melakukan hal (dengan selebrasi menari seperti) itu di depan 60.000 orang di stadion,” kata Mourinho seperti dikutip oleh CBS Sports Golazo.

“Dan kemudian, ketika ia (Vinicius Jr) berdebat tentang rasisme, saya mengatakan kepadanya bahwa orang terbesar dalam sejarah klub ini adalah orang kulit hitam,” tambah Mourinho.
Pandangan Mourinho tersebut menuai kritik dari Carragher yang dianggap melakukan standar ganda dalam pendekatan memanipulasi situasi sehingga Vinicius Jr merasa tampak bersalah.

“Soal Mourinho, siapa pun bisa merayakan (selebrasi mencetak gol) sesuka mereka, dan jelas dia (Vinicius Jr) tidak dilecehkan secara rasial setelah pertandingan,” kata Carragher.

Carragher juga terkejut ketika ungkapan Mourinho dianggap memprovokasi penonton usai selebrasi gol Vinicius Jr yang mengingatkan banyak orang kepada Eusebio, legenda Benfica.
“Bukan soal sudut pandang rasial dan Eusebio, tapi ini adalah orang yang merayakan dan memprovokasi lawan lebih dari pelatih mana pun,” lanjut mantan pemain Liverpool tersebut.

Sementara, Henry memilih untuk mengetahui apa yang dikatakan Prestianni kepada Vinicius Jr usai selebrasi gol tersebut dan menganggap bahwa Mourinho hanya mengalihkan diskusi.

“Mourinho, sebagai pelatih, ingin mengalihkan diskusi. Begitu kita kembali, apa yang kita diskusikan? Selebrasi itu? Saya ingin tahu apa yang dikatakan Prestianni,” kata Henry.

“Saat itulah pertandingan berhenti. Pertandingan tidak berhenti karena selebrasi (tersebut). Pertandingan dihentikan karena apa yang konon dikatakan Prestianni,” tegas Henry.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore