Mikel Arteta mengakui Arsenal tampil jauh dari standar saat ditahan Wolves 2-2. Ia meminta timnya menerima kritik dan bangkit di laga besar berikutnya. (Instagram/@mikelarteta)
JawaPos.com - Arsenal kembali kehilangan momentum dalam perburuan gelar setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Wolves di Molineux. Sempat unggul dua gol, The Gunners justru gagal mengunci kemenangan dan harus puas membawa pulang satu poin.
Bukayo Saka membuka keunggulan lewat gol kelimanya musim ini, lalu Piero Hincapie menggandakan skor di awal babak kedua. Situasi tampak terkendali. Namun tendangan spektakuler Hugo Bueno mengubah arah pertandingan, sebelum Tom Edozie mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir pada laga debutnya.
Hasil ini membuat Arsenal kini hanya unggul lima poin dari Manchester City, dengan satu laga lebih banyak. Dalam tujuh pertandingan liga terakhir, mereka hanya menang dua kali. Dan Mikel Arteta tidak mencari kambing hitam.
Mikel Arteta Minta Arsenal Introspeksi
Melansir RTE, pelatih asal Spanyol itu berbicara dengan nada tegas sekaligus kecewa. Ia menilai timnya tampil jauh dari standar yang dibutuhkan untuk bersaing di papan atas.
"Tentu saja sangat kecewa dengan hasilnya dan dengan cara pertandingan berakhir, tetapi kami harus menyalahkan diri sendiri," kata Arteta.
"Penampilan kami di babak kedua sama sekali tidak mendekati standar yang dibutuhkan di liga ini untuk menang. Ini momen yang mengecewakan, kami ingin banyak berbicara tentang perasaan kami, tetapi ini bukan saatnya untuk melakukannya."
Arteta bahkan mengakui bahwa timnya pantas menerima hasil tersebut.
"Ketika Anda berada di level ini dan di puncak, Anda harus menerima kekalahan, dan kekalahan hari ini memang pantas kami terima. Hari Minggu nanti kami akan menghadapi pertandingan besar."
Ia juga menyoroti bahwa meski sempat unggul dua gol, Arsenal sebenarnya tidak pernah benar-benar mendominasi laga.
"Itu adalah momen demi momen yang terjadi terus-menerus. Meskipun kami mencetak gol kedua, kami tidak pernah mendominasi permainan, itulah kenyataannya."
Siap Terima Kritik
Arsenal bukan pertama kali berada dalam situasi seperti ini. Dalam tiga musim terakhir, mereka sempat memimpin klasemen namun akhirnya finis sebagai runner-up. Hasil imbang ini tentu membangkitkan rasa déjà vu yang tidak diinginkan para pendukung.
Arteta sadar betul tekanan dan kritik akan datang. Dan ia memilih untuk menghadapinya secara terbuka.
