Eric Garcia mengungkap isi pertemuan internal Barcelona bersama Hansi Flick usai dua kekalahan beruntun, serta keyakinannya menatap kebangkitan di La Liga dan Copa del Rey.
JawaPos.com - Barcelona tengah melewati periode yang tidak mudah. Dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Girona membuat suasana ruang ganti memanas.
Situasi ini pun mendorong sang pelatih, Hansi Flick, untuk mengambil langkah cepat dengan menggelar pertemuan khusus bersama para pemain.
Melansir Football Espana, bek Barcelona, Eric Garcia, yang tampil sebagai starter di dua laga tersebut, akhirnya buka suara soal apa yang dibahas dalam diskusi selama satu jam itu. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momen refleksi penting bagi seluruh skuad.
“Kami ingin membicarakan apa yang telah terjadi (dalam seminggu terakhir). Cara kami kebobolan gol pertama dan kemudian gol kedua (melawan Girona), semuanya menjadi lebih besar dampaknya. Semifinal Copa sangat penting, dan di Girona kami kehilangan keunggulan setelah memimpin terlebih dahulu.”
Dari pernyataan Eric, terlihat jelas bahwa fokus utama pembahasan adalah detail kecil yang berujung fatal. Barcelona dinilai kurang solid dalam momen-momen krusial, terutama setelah kehilangan kontrol permainan.
Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan pertemuan berjalan dengan atmosfer positif.
“Pertemuan ini berjalan positif dan kami semua merasa senang. Sejak kedatangannya, kami menerapkan gaya permainan dengan garis pertahanan tinggi. Di La Liga, kami kebobolan 23 atau 24 gol dan itu bukan hal yang buruk, tetapi di Liga Champions ada pertandingan dengan banyak gol.”
“Kami tahu bahwa dengan gaya permainan kami, lawan juga mengenal kami. Kuncinya adalah pemain lain mempermudah tugas para bek. Belakangan ini kami sering kehilangan bola yang sangat merugikan. Di Girona, jika bukan 15 kali, mereka melakukannya enam atau tujuh kali… Kami manusia, tetapi ini tentang merebut kembali kendali bola untuk menemukan keseimbangan.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sistem high line yang diterapkan Flick bukanlah masalah utama. Justru, kehilangan bola di area berbahaya menjadi biang kerok yang membuat lini belakang bekerja ekstra keras. Dalam sepak bola modern, detail kecil seperti ini bisa menjadi pembeda antara menang dan kalah.
Meski hasil terbaru membuat Barcelona tertinggal dalam persaingan La Liga dan Copa del Rey, Eric tetap optimistis. Ia percaya timnya sudah pernah menghadapi situasi yang lebih sulit dan mampu keluar sebagai pemenang.
“Di La Liga kami pernah berada dalam situasi yang lebih buruk. Saat meninggalkan Bernabeu, kami tertinggal lima poin, tetapi liga ini sangat panjang dan kami bergantung pada diri sendiri. Di Copa America, saya pikir mungkin untuk bangkit melawan Atlético.”
“Jika ada satu hal yang telah kami tunjukkan, itu adalah bahwa kami dapat mencapai hasil apa pun. Jika kami mencetak gol cepat, bahkan jika mereka bermain bertahan, kami dapat menciptakan bahaya bagi mereka.”
Nada percaya diri itu menjadi sinyal bahwa ruang ganti Barcelona belum kehilangan semangat. Dengan musim yang masih panjang, peluang untuk membalikkan keadaan tetap terbuka lebar.
Kini, laga kontra Levante menjadi ujian berikutnya. Bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang membuktikan bahwa pembicaraan di ruang rapat benar-benar diterjemahkan ke lapangan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
