Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Maret 2026, 16.02 WIB

Demi Hindari Sanksi Berat UEFA, FAI Tegaskan Duel Irlandia vs Israel Tetap Digelar

Duel keras Milos Kerkez (Hungaria) vs Adam Idah (Irlandia). (Reuters/Lorraine O'sullivan) - Image

Duel keras Milos Kerkez (Hungaria) vs Adam Idah (Irlandia). (Reuters/Lorraine O'sullivan)

JawaPos.com - Asosiasi Sepak Bola Republik Irlandia atau Football Association of Ireland (FAI) memastikan pertandingan melawan Tim nasional Israel dalam ajang UEFA Nations League akan tetap digelar di Dublin pada 4 Oktober 2026. Kepastian itu disampaikan langsung oleh CEO FAI David Courell yang menegaskan bahwa pihak kepolisian Irlandia telah menjamin keamanan untuk pertandingan itu.

Dalam konferensi pers pada Selasa (24/2), Courell mengatakan bahwa Kepolisian Irlandia (Garda Siochana) telah menyatakan kesiapan mereka untuk memastikan pertandingan berlangsung dalam lingkungan yang aman dan terkendali. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung di Aviva Stadium, stadion utama yang menjadi markas tim nasional Republik Irlandia.

“Kepolisian Garda telah sangat jelas bahwa mereka percaya diri dalam kemampuan mereka untuk menghadirkan lingkungan yang aman dan terjamin agar pertandingan dapat berlangsung di sini,” ujar Courell.

Meskipun demikian, pihak kepolisian menolak memberikan rincian spesifik terkait rencana operasional keamanan. Seorang juru bicara Garda menyatakan bahwa seperti halnya acara besar lainnya, mereka akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait dan menerapkan rencana pengamanan yang sesuai untuk memastikan kelancaran pertandingan.

Keputusan untuk tetap menggelar pertandingan itu tidak terlepas dari kewajiban FAI sebagai anggota badan sepak bola Eropa. Courell menegaskan bahwa asosiasi tidak memiliki pilihan selain memenuhi jadwal pertandingan melawan Israel, meskipun sebelumnya FAI telah mengajukan mosi kepada UEFA pada November 2025 untuk menangguhkan Israel dari kompetisi internasional.

Menurut laporan The Athletic, mosi tersebut dilaporkan disetujui oleh mayoritas anggota dewan FAI dengan hasil 74 suara mendukung, tujuh menolak, dan dua abstain. FAI mengajukan permintaan tersebut dengan alasan dugaan pelanggaran statuta UEFA.

Namun, setelah hasil undian Nations League menempatkan Republik Irlandia dan Israel dalam Grup B3 bersama Kosovo dan Austria, FAI menegaskan bahwa mereka berisiko menghadapi sanksi berat jika menolak bertanding.

Sanksi tersebut termasuk kemungkinan diskualifikasi, kehilangan enam poin, degradasi ke Liga C, serta dampak negatif terhadap peringkat FIFA dan peluang unggulan dalam kualifikasi Euro 2028.

Presiden FAI Paul Cooke dalam surat kepada anggota majelis umum menyatakan bahwa keputusan itu diambil dengan sangat hati-hati. Cooke menegaskan bahwa konsekuensi olahraga, finansial, dan reputasi dari penolakan bertanding dapat merugikan masa depan sepak bola Irlandia secara signifikan.

Cooke juga menegaskan bahwa FAI tidak mengabaikan situasi kemanusiaan yang terjadi di Timur Tengah. Cooke menyebut penderitaan warga sipil sebagai hal yang sangat memprihatinkan dan menyatakan bahwa asosiasi berencana menggunakan pertandingan kandang itu sebagai kesempatan untuk memberikan dukungan nyata terhadap upaya kemanusiaan bagi korban konflik. Detail terkait inisiatif tersebut akan diumumkan menjelang pertandingan.

Keputusan FAI tetap menjalankan pertandingan itu memicu perdebatan di Irlandia. Serikat pemain PFA Ireland melakukan survei terhadap 214 pemain profesional dari klub-klub Irlandia. Hasilnya menunjukkan bahwa 63 persen responden percaya Republik Irlandia seharusnya menolak bermain melawan Israel.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore