
Pelatih PSG Luis Enrique. (X/@PSG)
JawaPos.com–Paris Saint-Germain akan kembali berhadapan dengan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions. Namun satu hal langsung ditegaskan Luis Enrique, ini bukan soal balas dendam.
Sebagai juara bertahan, PSG datang melawan Chelsea dengan status yang berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Mereka akhirnya meraih trofi Liga Champions pertama musim lalu.
Ini sebuah pencapaian PSG yang bahkan sempat diragukan banyak pihak apalagi setelah kehilangan Kylian Mbappe ke Real Madrid pada musim panas sebelumnya. Kini, targetnya jelas yaitu mempertahankan gelar Liga Champions, kampanye yang diawali dengan melawan Chelsea di babak 16 besar.
Melansir Football London, dalam konferensi pers jelang duel dua leg tersebut, Enrique mengingatkan bahwa musim lalu pun mereka datang tanpa ekspektasi besar.
”Tidak ada yang menyangka kami bisa memenangkan Liga Champions musim lalu. Ini berbeda karena skenarionya sangat berbeda,” ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.
Status sebagai juara bertahan memang mengubah perspektif. PSG bukan lagi tim yang memburu validasi, melainkan tim yang diburu. Tekanan jelas ada, tapi Enrique justru melihatnya sebagai bagian dari evolusi klub.
”Semua orang tahu bahwa kami mampu memenangkan Liga Champions ini, tetapi untuk melakukan itu, kami harus meningkatkan level performa kami. Kami menyadari hal itu,” tutur Luis Enrique.
Tantangan pertama menuju back to back adalah Chelsea. Secara psikologis, ada cerita tersendiri karena The Blues pernah menaklukkan PSG 3-0 di final Piala Dunia Antarklub musim panas lalu di New Jersey. Namun Enrique menolak menjadikan hasil itu sebagai bahan bakar emosional.
”Undian Liga Champions itu sulit, seperti biasa. Kami tidak mengharapkan hal yang berbeda. Kami senang. Akan menarik untuk bermain melawan salah satu tim Inggris terbaik, yang kami kenal dengan baik. Tidak ada perasaan balas dendam di pihak kami. Ini kompetisi yang berbeda. Ini jalan kami dan kami sudah terbiasa,” tandas Luis Enrique.
Bagi Enrique, Liga Champions selalu menghadirkan undian yang menantang. Tidak ada jalur mudah. Dan sebagai juara bertahan, dia merasa beban justru ada di pihak lawan.
”Saat ini kami adalah juara bertahan di kompetisi ini, jadi masalahnya ada pada tim-tim lain. Mereka harus bermain melawan kami, itulah yang saya pikirkan,” ucap Luis Enrique.
Ada nada percaya diri yang tegas di sana. PSG sadar betul posisi mereka saat ini. Mereka bukan lagi sekadar proyek ambisius, melainkan tim yang sudah membuktikan diri di level tertinggi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
