Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Maret 2026, 19.23 WIB

Dampak Ketegangan Politik, Iran Berpotensi Absen dari Panggung Piala Dunia 2026

Timnas Iran terancam batal ikut Piala Dunia 2026. (Istimewa) - Image

Timnas Iran terancam batal ikut Piala Dunia 2026. (Istimewa)

JawaPos.com–Krisis politik yang memanas antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, mulai berdampak langsung ke dunia sepak bola. Timnas Iran yang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia FIFA 2026 kini berada dalam situasi tidak menentu.

Peluang mereka tampil di turnamen yang sebagian besar digelar di Amerika Serikat disebut semakin kecil. Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj angkat bicara melalui siaran televisi nasional di Teheran. Dia mengakui kondisi terkini membuat fokus terhadap Piala Dunia menjadi sulit dilakukan.

”Dengan kejadian hari ini dan serangan dari Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa memikirkan Piala Dunia. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas olahraga,” ujar Taj dikutip dari marca.

Secara jadwal, Iran akan memainkan seluruh laga fase grup di wilayah Amerika Serikat. Mereka dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles, kemudian Belgia pada 21 Juni di kota yang sama, dan menutup fase grup melawan Mesir pada 26 Juni di Seattle. Ketiga pertandingan tersebut kini terancam jika situasi keamanan dan hubungan diplomatik tak kunjung membaik.

Tak hanya tim nasional yang terdampak. Federasi juga mengumumkan penghentian kompetisi liga domestik hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi atas kondisi yang dinilai belum stabil.

Penangguhan liga berdampak pada sejumlah pemain asing yang merumput di Iran. Mantan kiper Real Madrid Antonio Adan yang membela Esteghlal, dilaporkan sudah kembali ke Madrid. Sementara dua pemain lain, Munir pemain berdarah Spanyol-Maroko serta Ivan Sanchez dari Sepahan, disebut sedang berupaya meninggalkan wilayah Iran melalui jalur darat.

Situasi ini tentu menjadi tantangan bagi FIFA. Dengan Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah utama, isu keamanan dan politik berpotensi memengaruhi jalannya turnamen.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait kemungkinan pemindahan venue pertandingan Iran atau opsi lain jika situasi memburuk. Waktu menuju Piala Dunia 2026 masih tersisa beberapa bulan, namun ketidakpastian ini membuat banyak pihak waswas.

Jika konflik tak mereda, skenario Iran absen dari turnamen terbesar sepak bola dunia bukan lagi sekadar spekulasi. Bagi publik sepak bola, kabar ini menjadi pengingat bahwa olahraga tak pernah benar-benar terlepas dari dinamika global. Di tengah persiapan menuju pesta akbar empat tahunan, bayang-bayang krisis justru datang dari luar lapangan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore