Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Oktober 2025, 05.11 WIB

Pemainnya Gegar Otak, Pemilik Persikad Depok Minta PSSI dan I.League Hukum Pemain PSPS Pekanbaru

Pemain Persikad Depok, Bil - Image

Pemain Persikad Depok, Bil

JawaPos.com - Pemilik Persikad Depok, Abdullah Alatas bereaksi keras terhadap insiden yang menimpa pemainnya, Bil'asqan Hi Tenang hingga gegar otak. Ia meminta PSSI dan I.League selaku operator kompetisi menghukum pemain PSPS Pekanbaru.

Bil'asqan mengalami kejadian nahas saat membela Persikad melawan PSPS laga lanjutan Grup Barat Championship 2025/2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, pada Sabtu (4/10) lalu.

Pemain berusia 19 tahun itu terlibat benturan keras jelang pertandingan berakhir. Tepatnya pada injury time, di mana dia berduel udara dengan Jeferson Sousa.

Tapi momen itu jadi petaka untuk Bil'asqan. Bagian dagunya terkena sikutan Jeferson dengan cukup keras. Ia sampai terkapar tapi wasit masih melanjutkan pertandingan.

Laga baru berhenti tak lama setelahnya lantaran Bil'asqan terlihat kejam. Wasit meniup peluit dan tim medis langsung ke lapangan. Dia dapat pertolongan pertama sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Wasit kemudian melakukan pengecekan VAR untuk melihat tayangan ulang pelanggaran Jeferson. Keputusan kartu merah pun diberikan kepada pilar asing PSPS Pekanbaru tersebut, meski dapat protes dari rekan-rekannya.

Kondisi Bil'asqan kemudian dikabarkan sudah sadar. Tapi dia didiagnosa mengalami gegar otak dan harus dapat perawatan lebih lanjut.

Abdullah Alatas selaku pemilik Persikad, buka suara. Dia menyatakan bahwa insiden Bil'asqan sangat serius karena mengancam nyawa.

"Beliau bukan hanya pemain yang sangat bertalenta di lapangan namun pribadi yang sangat berkomitmen dan dicintai seluruh rekan-rekan yang di Persikad," kata Abdullah dalam keterangan resminya.

Menurut Abdullah, kesehatan dan pemulihan Bil'asqan sebagai manusia jauh lebih penting dari apapun, termasuk prestasi dan performa di lapangan. Persikad pun akan bertanggung jawab penuh, baik secara finansial maupun praktek terkait dengan penanganan kondisi pemainnya.

"Melalui tim medis kami, kami akan mendampingi seluruh proses rehabilitasi Bili untuk memastikan beliau mendapatkan perawatan yang terbaik dan juga dapat pulih sepenuhnya," tegasnya.

Selain itu, Persikad juga meminta kepada PSSI sebagai federasi dan I.League mengambil tindak tegas. Ia tak ingin ada kejadian serupa terulang.

"Kami juga memohon terhadap PSSI selaku induk sepak bola nasional dan juga I.League sebagai penyelenggara kompetisi untuk menjatuhkan hukuman terhadap pemain siapapun yang berperilaku tidak sportif," tutur Abdullah.

"Hal ini perlu terus ditegakkan untuk memproteksi seluruh pemain di lapangan dan juga mencegah kejadian serupa terulang," jelasnya menambahkan.

Persikad Depok, kata Abdullah, juga berkomitmen untuk berada di garis depan dalam upaya peningkatan standar keselamatan pemain di Indonesia.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore