Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 18.33 WIB

Garuda Punya Senjata Pemain Liga Eropa, Saudi Bertumpu pada Liga Domestik

Jadwal Europa League pemain diaspora Timnas Indonesia, Calvin Verdonk bersama LOSC Lille dan Dean James bersama Go Ahead Eagles (Instagram.com/@LOSClive) - Image

Jadwal Europa League pemain diaspora Timnas Indonesia, Calvin Verdonk bersama LOSC Lille dan Dean James bersama Go Ahead Eagles (Instagram.com/@LOSClive)

JawaPos.com-Duel Indonesia kontra Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tak hanya soal strategi di lapangan, tapi juga perang kualitas pemain. Dari segi materi, skuad Garuda kini jauh lebih beragam dibanding lawannya yang masih bertumpu pada kekuatan lokal.

Patrick Kluivert datang dengan amunisi yang sebagian besar sudah mencicipi atmosfer tujuh dari sebelas liga terbaik dunia. Dari Serie A Italia, Bundesliga Jerman, hingga Eredivisie Belanda.
Ada sepuluh pemain Indonesia yang berkarier di kompetisi elite itu. Jay Idzes tampil reguler bersama Sassuolo di Serie A, sedangkan Calvin Verdonk memperkuat Lille di Ligue 1 Prancis.
Keduanya memperkuat tim papan tengah yang berselisih hanya 5–9 poin dari pemuncak klasemen.

Empat pemain lain juga menjaga ritme kompetitif di Eredivisie, seperti Justin Hubner di Fortuna Sittard dan Dean James di Go Ahead Eagles.
Atmosfer dan tempo permainan di sana jelas membentuk karakter dan kepercayaan diri pemain.

Sebaliknya, Arab Saudi datang dengan materi yang sebagian besar jebolan kompetisi domestik. Hampir seluruh pemainnya bermain di Saudi Pro League yang kini ramai diperkuat bintang dunia seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Neymar.
Kualitas liga mereka memang meningkat, tapi pengalaman internasional individual masih terbatas.

Hanya dua nama dari skuad Saudi yang berkarier di Eropa: Marwan Al Sahafi, winger Royal Antwerp (Belgia), dan Saud Abdulhamid, bek yang menorehkan sejarah sebagai pemain Saudi pertama yang mencetak gol di kompetisi Eropa ketika AS Roma membabat Braga 3-0 di Liga Europa, Desember 2024.

Dari sisi variasi pengalaman, Indonesia unggul. Tapi Saudi tetap berbahaya karena faktor mental juara dan kedisiplinan taktik yang sudah tertanam sejak usia muda.
Apalagi, mereka tampil dengan ambisi besar. Tiket ke Piala Dunia 2026 bakal jadi batu loncatan menuju Piala Dunia 2034, saat Saudi menjadi tuan rumah.

Kluivert dan anak asuhnya dituntut untuk tak hanya bermain dengan teknik dan stamina, tapi juga menjaga emosi.
Melawan Saudi, atmosfer bisa panas dan tekanan tinggi. Namun dengan mental underdog dan kemampuan menularkan pengalaman dari liga-liga Eropa, Garuda berpeluang memberi kejutan.
Apalagi jika mereka bisa mencetak gol lebih dulu, momentum bisa berubah arah, dan Saudi bisa goyah di kandang sendiri. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore