Pelatih Semen Padang FC Eduardo Almeida saat diwawancarai di Training Ground, Kota Padang, Rabu (9/7/2025). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
JawaPos.com - Manajemen Semen Padang FC resmi mengumumkan tak lagi menggunakan jasa Eduardo Almeida sebagai pelatih kepala. Dia dipecat sebagai bagian dari evaluasi terkait performa Kabau Sirah hingga pekan ketujuh Super League 2025/2026.
Pemecatan Eduardo Almeida diumumkan pada Rabu (8/10). Juru taktik asal Portugal itu jadi pelatih Super League 2025/2026 pertama yang harus menanggalkan jabatannya.
“Setelah melalui proses evaluasi bersama, kami sepakat untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Almeida. Kami berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras beliau selama menukangi tim,” ujar Win Benardino dalam keterangan resmi klub.
Pemecatan Eduardo Almeida tak begitu mengejutkan mengingat performa Semen Padang FC terbilang anjlok. Kabau Sirah baru mencatatkan satu kemenangan dari tujuh laga yang dilakoni musim ini.
Satu-satunya kemenangan itu didapat Semen Padang saat menaklukkan Dewa United Banten FC pada 15 Agustus 2025. Saat itu, Kabau Sirah menang dua gol tanpa balas berkat gol Filipe Chaby dan Bruno Gomes.
Namun, sebelum dan setelah itu, Semen Padang tak pernah menang. Hasil paling mending hanyalah sekali imbang kontra PSM Makassar sepekan setelah menang atas Dewa United.
Sementara lima laga lain berujung kekalahan, di mana empat di antaranya diperoleh secara beruntun. Yakni melawan PSBS Biak (1-2), Persebaya Surabaya (0-1), Bali United FC (1-3), dan Persita Tangerang (0-2). Adapun satu hasil negatif lain didapat pada laga pekan pembuka kontra Persib Bandung (0-2).
Meski begitu, pemecatan Eduardo Almeida oleh Semen Padang FC setelah pekan ketujuh ini ternyata merupakan sebuah rekor baru. Yakni jadi pelatih pertama yang didepak atau mundur paling lama dalam satu musim kompetisi dalam delapan musim terakhir.
Ya, sejak era Liga 1 2017, banyak pelatih yang sudah tak lagi memimpin timnya sebelum tujuh pekan pertandingan. Data mencatat rata-rata tiap musimnya pelatih sudah terdepak dalam tiga pekan awal.
Bahkan, paling ekstrem terjadi pada Liga 1 2018. Yakni Borneo FC yang memecat pelatih Iwan Setiawan saat musim kompetisi baru berjalan satu pekan. Kala itu manajemen mendepak eks juru taktik Persija Jakarta tersebut bersitegang dengan suporter usai Pesut Etam ditahan imbang 0-0 oleh Sriwijaya FC.
Pelatih lain yang merasakan pemecatan tercepat adalah Hans-Peter Schaller di Bali United FC pada Liga 1 2017. Juru taktik asal Austria itu tak lagi jadi pelatih Serdadu Tridatu usai kalah dua laga beruntun pada akhir April 2017.
Sementara pada musim-musim lainnya pemecatan atau pelatih mundur terjadi pada pekan ketiga. Menariknya rata-rata pelatih yang berhenti itu berstatus mundur.
Mulai dari Ivan Kolev yang mundur dari Persija pada Liga 1 2019, Mario Gomez mundur (Borneo FC pada Liga 1 2020), Robert Rene Alberts (Persib pada 2022/2023), Luis Milla (Persib pada 2023/2024).
Hanya pada musim lalu ada pelatih yang harus menanggalkan jabatannya setelah pekan ketiga karena dipecat. Yakni Juan Esnaider bersama dengan PSBS Biak.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
