
Pemain Timnas Indonesia Marc Klok berebut bola dengan pemain Chinase Taipei dalam International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin (5/9). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com – Impian Indonesia tampil di putaran final Piala Dunia 2026 bakal ditentukan dini hari nanti WIB. Setelah kalah 2-3 dari Arab Saudi, tim asuhan Patrick Kluivert harus menang jika masih ingin mengamankan peluang lolos ke ajang sepak bola terakbar tersebut.
Kalau hanya imbang, berat sekali, meski hanya untuk sekadar lolos ke ronde kelima. Kalah? otomatis sayonara Piala Dunia!
"Kami bermain lagi besok (Minggu dini hari WIB) dan berharap mendapatkan hasil positif setelah kekalahan sebelumnya. Kami sudah melakukan evaluasi dan menyiapkan perubahan, tapi tentu tak bisa saya ungkap," kata pelatih Patrick Kluivert dalam konferensi pers kemarin (10/10).
Saat melawan Arab Saudi, pertahanan Garuda yang biasa bermain dengan skema tiga bek terlihat sangat kerepotan menahan gempuran tuan rumah. Gol pertama dan ketiga, misalnya, bersumber dari tembakan di depan kotak penalti yang dengan bebas dilakukan pemain lawan.
Lini tengah tak bisa memberikan perlindungan maksimal, juga minim memberikan suplai ke barisan depan. Jadilah, bola sering sekali dikirim langsung dari belakang ke depan, yang membuat lawan mudah mengantisipasi.
“Saya sempat terkejut melihat line up Indonesia ketika melawan Arab Saudi. Kok ada nama Marc Klok dan Beckham Putra di starting eleven? Sebab dua nama itu jarang menjadi starter. Tapi sebagai sesama pelatih, saya yakin coach Patrick Kluivert punya alasan lain,” kata mantan pemain dan pelatih Indonesia Aji Santoso kepada Jawa Pos kemarin.
Mungkin saja, lanjut Aji, performa Klok dan Beckham bagus saat latihan. “Kalau alasannya seperti itu, ya bisa dimaklumi. Tapi, kalau semua pemain dalam kondisi bagus, keputusan itu saya rasa kurang tepat,” ujarnya.
Soal skema empat bek, padahal Garuda biasa bermain dengan tiga bek selama era kepelatihan Shin Tae-yong, menurut Aji tidak masalah. Tapi, dia berharap problem konsentrasi dan koordinasi telah terselesaikan.
Aji juga berharap, dalam laga melawan Iraq, para pemain lebih berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan yang tidak perlu. Yang paling krusial ya pelanggaran "tidak perlu" Yakob Sayuri ke Firas Al-Buraikan. Dia menarik kaus yang mengakibatkan Garuda dihukum penalti.
Padahal, kalau dilihat, bolanya tidak 100 persen mengarah ke Firas. “Kesalahan-kesalahan kecil seperti itu yang harus dihilangkan.”
Fokus ke Laga
Kevin Diks sepakat dengan Kluivert bahwa fokus sekarang harus ditujukan ke laga melawan Iraq. "Karena kita harus fokus pada apa yang bisa kita ubah, bukan pada apa yang terjadi di masa lalu, karena kita tidak bisa mengubahnya," ujar bek pencetak dua gol lewat penalti ke gawang Saudi itu.
Dalam tiga pertemuan terakhir, Indonesia terus dipecundangi Iraq. Gawang Garuda dibobol 10 kali dan hanya dua kali membobol gawang lawan. Kekalahan terakhir, 0-2, dialami Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 6 Juni 2024, juga di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pelatih Iraq Graham Arnold menegaskan, tim akan sepenuhnya fokus pada pertandingan dan tidak terganggu dengan nonteknis lain atau beban lain. Dia juga menganggap pasukannya sedikit beruntung terkait kondisi fisik tim dibandingkan Indonesia, yang sudah bermain lebih dulu.
"Fisik para pemain kami dalam kondisi sangat baik,” katanya.
Bek Iraq Rebin Sulaka menambahkan, dia dan rekan-rekan setim bakal tampil tanpa merasa terbebani apa pun. "Kami akan memberikan semua yang kami miliki untuk menang," sebutnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
