
Tim Nasional Indonesia (Instagram @erickthohir)
JawaPos.com - Harapan Timnas Indonesia untuk melaju ke babak berikutnya dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia harus pupus setelah kalah 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Meski tampil cukup menjanjikan di babak pertama, Garuda gagal mempertahankan konsistensi permainan hingga akhir laga.
Berikut 5 faktor utama yang menjadi penyebab kekalahan Indonesia atas Irak sekaligus menjadi gagal raih tiket ke Piala Dunia 2026, seperti dilansir dari laman resmi Kita Garuda pada Minggu (12/10).
1. Penyelesaian Akhir yang Kurang Tajam
Indonesia menciptakan sejumlah peluang emas di babak pertama, namun gagal mengubahnya menjadi gol. Tembakan Mauro Zijlstra dan Thom Haye sempat mengancam, tetapi penyelesaian akhir kurang efektif. Ketidaktepatan dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor besar yang menghambat perolehan skor. Akibatnya, dominasi serangan tidak menghasilkan hasil nyata bagi skuad Garuda.
2. Gol Zidane Iqbal yang Menentukan
Konsentrasi pemain Indonesia menurun di pertengahan babak kedua, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Irak. Zidane Iqbal melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-75 yang tak mampu diantisipasi kiper Maarten Paes. Gol tunggal tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat. Indonesia gagal merespons cepat untuk mengejar ketertinggalan di sisa waktu.
3. Pergantian Pemain yang Kurang Efektif
Pelatih Patrick Kluivert melakukan beberapa pergantian untuk menambah intensitas serangan, termasuk memasukkan Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny. Namun, perubahan strategi itu tidak banyak mengubah arah permainan. Kombinasi lini depan justru kehilangan koordinasi setelah pergantian pemain dilakukan. Momentum positif di babak pertama pun tidak mampu dipertahankan di paruh kedua pertandingan.
4. Disiplin Pertahanan Irak yang Sulit Ditembus
Sepanjang laga, pertahanan Irak tampil solid dan terorganisir dengan baik. Setiap serangan Indonesia kerap terhenti sebelum mencapai kotak penalti lawan. Bek-bek Irak mampu memblokir umpan silang dan menutup ruang gerak pemain Garuda dengan disiplin tinggi. Meski Indonesia mendominasi penguasaan bola di beberapa fase, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih.
5. Tekanan Mental dan Kurangnya Waktu Reaksi di Akhir Laga
Gol lawan membuat tekanan psikologis meningkat bagi pemain Indonesia, terutama di menit-menit akhir. Meski Irak bermain dengan 10 pemain setelah Zaid Tahseen mendapat kartu merah, Indonesia gagal memanfaatkan situasi tersebut. Kurangnya ketenangan dalam mengambil keputusan membuat peluang emas terbuang sia-sia. Hasil ini menegaskan bahwa kesiapan mental menjadi aspek penting yang perlu diperbaiki untuk kompetisi berikutnya. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
