Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 02.23 WIB

Bojan Hodak Apresiasi Pemain Muda Persib: Mereka Perlu Meningkatkan Level

Pemain muda Persib tampil di EPA Super League. (ileague) - Image

Pemain muda Persib tampil di EPA Super League. (ileague)

JawaPos.com-Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak memberikan apresiasi sekaligus pesan penting untuk para pemain muda Maung Bandung yang tampil di Elite Pro Academy (EPA). Tiga pemain, Zulkifli Lukmansyah, Athaya Zahran, dan Kevin Pasha, memperkuat Persib U-20. Mereka tampil impresif pada laga awal Grup B melawan Madura United FC U-20.

Zulkifli menjadi sorotan utama setelah mencetak gol secara back-to-back, menunjukkan performa menjanjikan di bawah arahan pelatih muda Sabrun Hanapi. Namun, Hodak mengingatkan bahwa perjalanan para pemain muda tersebut masih panjang, terutama dalam menembus level kompetisi utama BRI Super League.

"Bagus, tapi ada perbedaan kualitas yang besar antara Liga Super dan Liga U-20," ujar Hodak, menegaskan perbedaan besar antara kompetisi junior dan senior.

"Itulah mengapa orang-orang bilang bagus baginya untuk mendapatkan kepercayaan diri dengan bermain dan mencetak gol," tutur Bojan Hodak.

Bagi pelatih asal Kroasia itu, tampil di EPA bukan hanya soal menit bermain, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan kesiapan mental sebelum naik ke tim utama. Hodak menilai ajang ini memberi ruang berharga bagi pemain muda Persib untuk berkembang tanpa tekanan besar.

Meski begitu, Hodak mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas. Dia menyoroti pentingnya peningkatan aspek fisik, teknik, dan pengambilan keputusan sebelum benar-benar mampu bersaing di level profesional.

"Semua pemain yang berlatih bersama kami di tim senior tampil baik di sana. Tapi ketika mereka kembali ke sini, mereka masih perlu meningkatkan level mereka. Dia (Zulkifli) juga sakit hari ini, jadi dia harus lebih fokus dan berlatih lebih keras jika ingin berkembang," tandas Bojan Hodak.

Zulkifli sejatinya sempat mencuri perhatian pada Piala Presiden 2025, dia menembus skuad utama Persib. Namun, cedera engkel membuatnya harus menepi cukup lama dan kehilangan momentum. Kembalinya dia mencetak dua gol di EPA menjadi sinyal positif atas proses pemulihan sekaligus kebangkitan karirnya.

Hodak menilai, keterlibatan pemain muda seperti Zulkifli, Athaya, dan Kevin, merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Persib Bandung dalam menjaga kontinuitas skuad di tengah padatnya musim BRI Super League. Dia ingin memastikan bahwa regenerasi di tubuh Maung Bandung berjalan sehat dan berimbang.

Persib menghadapi periode penting dalam kompetisi domestik, dengan jadwal padat pasca jeda internasional. Keputusan Hodak untuk memantau perkembangan pemain muda di EPA menunjukkan komitmen klub dalam memberi ruang bagi bakat lokal untuk berkembang dan suatu hari nanti bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.

Dengan ketatnya persaingan di BRI Super League, kesempatan tampil bagi pemain muda memang terbatas. Namun, pengalaman di ajang seperti EPA menjadi batu loncatan penting bagi mereka untuk memahami tuntutan permainan modern, disiplin, fisik prima, dan kesiapan taktis.

Bagi Hodak, pesan utamanya jelas, pemain muda harus berani, konsisten, dan terus belajar. Karena hanya dengan cara itu, mereka bisa siap ketika panggilan ke tim utama datang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore