Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 23.51 WIB

Dua Pemain Dijatuhi Sanksi Komdis PSSI, PSPS Pekanbaru Ajukan Banding Buntut Tragedi Kontra Persikad Depok

Pemain Persikad Depok, Bil - Image

Pemain Persikad Depok, Bil

JawaPos.com - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada dua pemain PSPS Pekanbaru yakni Jefferson De Sousa dan Muhammad Andy Harjito.

Sanksi tersebut diberikan usai insiden yang terjadi pada pertandingan Pegadaian Championship 2025/2026 antara Persikad Depok kontra PSPS Pekanbaru, pada Sabtu 4 Oktober 2025 lalu.

Sanksi ini dikeluarkan menyusul pelanggaran serius yang dilakukan oleh pemain PSPS Jefferson De Sousa dan Muhammad Andy Harjito dalam laga yang berlangsung di Stadion Pakansari Bogor.

Jefferson De Sousa mendapat hukuman dengan larangan bermain sebanyak delapan pertandingan dan denda sebesar Rp 25 juta.

Hal ini menyusul aksinya yang dinilai berbahaya, yaitu melakukan pelanggaran serius berupa menyikut pemain lawan yang berakibat mendapatkan kartu merah langsung dari wasit saat laga menghadapi Persikad.

"Pelanggaran seperti yang dilakukan oleh Jefferson De Sousa sangat membahayakan keselamatan pemain lain dan tidak bisa ditoleransi. Oleh karena itu, kami menjatuhkan sanksi yang tegas untuk memberikan efek jera dan menjaga sportifitas dalam kompetisi," bunyi pernyataan Komdis PSSI, pada Selasa 14 Oktober 2025.

Sementara itu, Muhammad Andy Harjito juga mendapat sanksi larangan bermain selama empat pertandingan dan denda Rp25 juta.

Pelanggaran yang dilakukan Andy adalah tindakan tidak sportif berupa penggunaan kata-kata kasar kepada perangkat pertandingan saat berada di lorong menuju ruang ganti.

Dengan sanksi ini, Komdis PSSI berharap insiden serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang dan kompetisi Pegadaian Championship dapat berjalan dengan sportif dan aman untuk semua peserta.

Menanggapi keputusan tersebut, manajemen PSPS Pekanbaru menyatakan keberatan, terutama terhadap saksi yang dijatuhkan kepada pemain intinya yakni Jefferson dan Muhammad Andy Harjito.

Manajer PSPS Pekanbaru, Miftakhul mengatakan, sanksi itu terlalu berat dan tidak proporsional. Ia berharap Komdis PSSI dapat meninjau ulang keputusan tersebut dengan mempertimbangkan kronologi kejadian dan bukti yang disertakan pihak klub.

"Kami sudah mengajukan surat banding untuk dengan menyertakan beberapa bukti penguat," ujar Miftakhul, pada Rabu (15/10). (dof)

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore