Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Oktober 2025, 15.00 WIB

Jalan Panjang Timnas Indonesia Menuju Pentas Piala Dunia! Benahi Grassroot demi Produksi Talenta Terbaik

Elite Pro Academy jadi salah satu pondasi Timnas Indonesia melesat ke Piala Dunia. (I.League)

 

JawaPos.com — Mimpi ke Piala Dunia 2026 pupus. Hati suporter Timnas Indonesia hancur lebur. Tapi, harapan tak boleh ikut padam. Garuda masih bisa terbang tinggi jika pembenahan dilakukan dari akar rumput.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sejak awal menargetkan Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030.

Namun, peluang besar sempat terbuka lebih cepat ketika skuad Merah Putih tampil mengejutkan di babak kualifikasi 2026. Sayang, langkah panjang itu terhenti di putaran keempat.

Erick Thohir bergerak cepat dengan strategi berani: naturalisasi besar-besaran.

Selama masa kepemimpinannya, tercatat ada 18 pemain putra yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Jumlah ini paling banyak dalam sejarah sepak bola nasional.

Tujuannya jelas, yakni ingin bersaing di pentas dunia. Dari semula hanya segelintir, kini para pemain naturalisasi bisa membentuk starting line-up penuh, lengkap dengan pelapis di semua posisi.

Hasilnya memang terlihat. Timnas Indonesia tampil menggigit di fase awal, mencatat delapan kemenangan, empat hasil imbang, dan delapan kekalahan dari 20 laga sepanjang perjalanan kualifikasi.

Lompatan ranking FIFA dari posisi 143 ke 119 pun jadi catatan positif.

Untuk pertama kalinya, Indonesia juga menjadi tim Asia Tenggara yang berhasil melangkah hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia.

Namun, semua capaian itu seolah tenggelam karena target utama tetap gagal tercapai: tampil di Piala Dunia 2026.

Kekecewaan publik tak terhindarkan. Ekspektasi tinggi yang sempat menggelora kini berubah jadi kritik tajam.

Hegemoni Garuda mendunia, kedatangan pemain kelas “A”, hingga pelatih beken ternyata belum cukup untuk membawa Indonesia ke panggung dunia.

Kini, tugas berat menanti PSSI. Mereka harus mengembalikan kepercayaan publik yang sempat terkikis.

Tak ada jalan pintas, semua harus dimulai lagi dari bawah, dari pembinaan usia muda dan penguatan ekosistem sepak bola nasional.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore