Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 02.29 WIB

Ketua Panser Biru Kritik PSIS yang Pilih Latihan di Weleri Kendal, Sindir soal Pengelolaan Tim

Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng. (Meta) - Image

Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng. (Meta)

JawaPos.com - Menjelang laga kontra PSS Sleman pada Minggu (19/10), PSIS Semarang menarik perhatian suporternya setelah memilih berlatih di Lapangan Gelora Weleri, Kendal. Keputusan ini memunculkan beragam reaksi, salah satunya datang dari Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, sosok yang dikenal vokal di kalangan suporter itu menyindir kebijakan manajemen PSIS. Ia mempertanyakan alasan di balik keputusan klub yang bermarkas di Stadion Jatidiri tersebut memilih berlatih jauh dari Kota Semarang.

"Tidak mau mengalah sama Tornado. Tornado klub Kendal kandang di Jatidiri, latihan mutar-mutar di lapangan desa-desa di Kendal," tulisnya.

"PSIS Semarang kandang Jatidiri, latihan mutar-mutar di Weleri Kendal. Apa PSIS benar mau pindah ke Kendal? Soale kandang di Jatidiri tidak kuat mbayarnya, kalau di Kendal murah meriah. Yang pintar siapa ya? Konsultane itu siapa sebenarnya?"

Komentar tersebut sontak menjadi bahan perbincangan di kalangan suporter Laskar Mahesa Jenar. Banyak yang menilai kritik Wareng mewakili keresahan para pendukung yang mempertanyakan arah kebijakan tim kesayangan mereka.

Sebagai informasi, PSIS memang tak asing dengan wilayah Kendal. Sebelum menggunakan Lapangan Gelora Weleri, tim sempat berlatih di Lapangan Desa Putatgede, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal. Namun, dalam beberapa musim terakhir, PSIS lebih sering berlatih di Lapangan Wisesa, Mranggen, Kabupaten Demak.

Belum ada keterangan resmi dari manajemen PSIS terkait alasan pemilihan Weleri sebagai lokasi latihan jelang laga penting melawan PSS Sleman tersebut. Namun, beberapa pihak menduga keputusan ini berkaitan dengan ketersediaan fasilitas dan efisiensi biaya.

Di sisi lain, kritik dari Panser Biru menjadi pengingat bahwa komunikasi antara manajemen dan suporter tetap penting. Sebagai bagian dari identitas klub, suara pendukung kerap kali mencerminkan harapan agar PSIS tidak kehilangan jiwa Semarangnya, meski berlatih di luar kota.

Dengan kritikan yang terus datang dari suporternya, publik kini menanti respons resmi dari manajemen PSIS Semarang. Apakah keputusan berlatih di Kendal hanya bersifat sementara, atau justru menjadi sinyal perubahan homebase tim ke depan? Hanya waktu yang akan menjawab.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore