Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Oktober 2025, 00.57 WIB

Harus Lebih Baik dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, PSSI Ogah Buru-buru Cari Pelatih Baru Timnas Indonesia

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan pencarian pelatih dilakukan oleh federasi dengan beragam pertimbangan, harus lebih baik dari STY dan Patrick Kluivert. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan pencarian pelatih dilakukan oleh federasi dengan beragam pertimbangan, harus lebih baik dari STY dan Patrick Kluivert. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya terus mencari pelatih baru Timnas Indonesia. Ia menegaskan bahwa juru taktik anyar Garuda harus lebih baik dari pelatih-pelatih sebelumnya seperti Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

Posisi pelatih kepala Timnas Indonesia tengah lowong. Situasi ini muncul setelah PSSI bersepakat untuk berpisah lebih awal dari gerbong Belanda yang dipimpin Patrick Kluivert.

Jabatan itu pun sampai saat ini belum terisi. Padahal kekosongan sudah terjadi lebih dari sepekan pasca kepergian Kluivert yang gagal meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.

Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI, mengatakan bahwa pencarian pelatih baru Timnas Indonesia masih dalam proses. Ia menugaskan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers untuk

"Saya sudah bertemu Pak Sumardji, saya bicara dengan Dirtek by phone, Pak Sekjen juga, bahwa untuk kepelatihan, nanti BTN dan Dirtek akan mencari calonnya siapa," kata Erick, Jumat (24/10). 

"Lalu nanti dilaporkan ke ketua umum, ketua umum akan adakan rapat exco. Jadi prosesnya seperti itu. Prosesnya sedang kita lakukan," tambahnya dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Erick menambahkan, PSSI saat ini tengah mengevaluasi perjalanan dan hasil dua pelatih Timnas Indonesia terakhir, yakni Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Segala kekurangan dan kelebihan kedua pelatih itu dianalisis oleh federasi.

“Kelebihan dan kekurangan STY dan Patrick ini kita pelajari agar lebih baik lagi. Insya Allah mereka sudah kasih support terbaik. Tapi sepak bola itu ada up and down, ada hasil yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Erick Thohir.

“STY dan Patrick sudah jadi bagian masa lalu. Apa yang diberikan kita apresiasi, dan kekurangannya kita pelajari. Sekarang kita cari pelatih yang lebih baik, dengan rekam jejak kuat dan target jelas,” tambah dia.

Ketika ditanya tenggat waktu, Erick enggan memberikan jawaban pasti. Dia menyebut PSSI baru akan bertindak memilih pelatih baru hingga semua aspek yang dievaluasi dilakukan secara maksimal.

"Makanya kami cari pelatih yang bisa tidak lebih baik dari sebelumnya, dengan track recordnya, targetnya, jangka pendek dan jangka panjang. Saya rasa kita tidak terburu-buru menunjuk kepelatihan," ucapnya.

Eks Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sadar bahwa PSSI punya target agar Timnas Indonesia bisa masuk 100 besar. Tapi Erick mengatakan bahwa semua itu harus direncanakan dahulu.

"Memang ada target ranking 100, nah kami susun Maret seperti apa, Juni seperti apa dan seterusnya. Kami harus susun perencanaan untuk menuju 100 besar, bisa tidak dengan pertandingan besar itu," jelas Erick.

"Tapi November ini belum ada bayangan karena kita belum masuk kategori mencari 5-6 pelatih," tutupnya menambahkan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore