
Aksi pemain Persik Kediri bermain di kandang sendiri Stadion Brawijaya jelan jamu Persebaya Surabaya, Jumat (7/11/2025). (Persik Kediri)
JawaPos.com — Persik Kediri menaruh asa besar untuk bisa menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada 7 November 2025 mendatang. Dukungan langsung dari ribuan Persikmania diyakini akan menjadi energi tambahan bagi tim Macan Putih untuk meraih hasil terbaik dan memperbaiki posisi di klasemen Super League 2025/2026.
Harapan besar itu kini bergantung pada izin resmi dari pihak kepolisian setempat.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan proses koordinasi terus dilakukan agar pertandingan bergengsi tersebut bisa berlangsung di kandang sendiri.
“Kami berharap bisa mendapatkan izin dari pihak kepolisian. Saat ini perbaikan di sejumlah sektor Stadion Brawijaya sudah dilakukan oleh Pemkot Kediri,” ujar Tri Widodo.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat mempercantik stadion kebanggaan warga tersebut.
Berbagai fasilitas vital diperbaiki agar stadion memenuhi standar kelayakan Super League dan memberikan kenyamanan bagi pemain maupun penonton.
Pembenahan dimulai dari ruang ganti pemain, ruang wasit, ruang siaran, ruang medis, hingga fasilitas toilet yang kini dibuat lebih layak. Tak hanya itu, Pemkot juga melakukan pengecatan ulang tribun penonton, pemerataan permukaan lapangan, serta mengganti seluruh lampu dengan sistem LED baru.
Proyek pembaruan itu ditargetkan rampung pada 4 November 2025 atau tiga hari sebelum laga kontra Persebaya Surabaya berlangsung.
Perbaikan masif tersebut menjadi sinyal keseriusan Pemkot dan manajemen Persik untuk mengembalikan atmosfer sepak bola Kediri yang selama ini dikenal hangat dan bergelora.
Stadion Brawijaya ingin kembali menjadi kandang yang angker bagi tim tamu dan tempat kebanggaan warga Kediri.
Namun, keinginan besar itu belum sepenuhnya mulus.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi risk assessment yang digelar di Rupatama Polres Kediri Kota pada Rabu (29/10/2025), laga Persik Kediri vs Persebaya Surabaya belum memperoleh izin digelar di Stadion Brawijaya.
Hasil penilaian menunjukkan tingkat kelayakan stadion baru mencapai 42,8 persen. Angka itu masih di bawah ambang batas minimal 60 persen yang ditetapkan sebagai syarat utama menggelar pertandingan Super League.
Meski begitu, manajemen Persik tetap optimistis bisa mendapatkan izin setelah tahap akhir perbaikan selesai dilakukan.
Panpel meyakini tambahan perbaikan fisik dan laporan kesiapan terbaru akan meningkatkan nilai kelayakan Stadion Brawijaya.
