Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 November 2025, 19.18 WIB

Didesak Mundur Sebagai Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez Mengaku Lebih Kuat Selamatkan Green Force

Aksi kapten Persebaya, Bruno Moreira (kanan), saat menghadapi Persik Kediri. (Media Persebaya)‎

 

‎JawaPos.com - Inkonsisten menjadi penyebab Persebaya Surabaya tak kunjung menembus tiga besar Super League musim ini. Disaat para pesaing seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga Borneo FC terus menunjukkan tajinya, Green Force kerap tampil melempem.

‎Terbaru, Persebaya hanya meraih satu poin saat menghadapi tuan rumah Persik Kediri dengan skor akhir 1-1. Padahal, pekan sebelumnya, Bruno Moreira dkk meraih kemenangan 2-1 atas Persis Solo.

‎Tak heran jika pelatih Persebaya Eduardo Perez mendapat desakan dari para Bonek untuk segera mundur sebagai juru taktik tim kebanggaan warga Surabaya itu.

‎Meski begitu, Coach Edu tampaknya tak gentar mendengar desakan mundur dari Bonek tersebut. Ia masih percaya bahwa Persebaya di bawah racikannya akan mampu meraih hasil maksimal secara konsisten.

‎“Saya menghormati semua pendapat. Sekarang saya lebih kuat dari sebelumnya,” kata Eduardo seperti dikutip dari Antara.

‎Pelatih asal Spanyol itu memastikan, timnya langsung mengalihkan fokus ke laga selanjutnya menghadapi Arema FC dalam Derbi Jawa Timur. Baginya, laga itu bisa menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.

‎“Kami akan bekerja keras dan menyiapkan tim untuk meraih tiga poin di pertandingan berikutnya,” tegasnya.

‎Salah satu aspek yang dinilai Eduardo Perez menjadi penyebab inkonsistensi hasil laga dari skuad racikannya adalah karena kurang diuntungkan oleh keputusan VAR.

‎“Dalam sepak bola selalu ada kontak, tapi kalau dilihat dalam gerak lambat (tinjauan VAR), seolah jadi pelanggaran besar,” keluhnya.

‎Meskipun demikian, ia menegaskan tidak bermaksud menyalahkan wasit, melainkan menyoroti penerapan VAR yang dianggap terlalu sensitif.

‎Oleh karena itu, mantan juru taktik PSS Sleman itu meminta perangkat pertandingan agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan via tinjauan VAR.

‎“Saya tidak ingin membahas wasit hari ini, tapi VAR terlalu sensitif terhadap kontak kecil,” pungkasnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore