Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 21.09 WIB

3 Fakta Jelang Persebaya Surabaya vs Arema FC: Rumor Bernardo Tavares hingga Ancaman Boikot!

Bernardo Tavares bisa jadi solusi instan Persebaya Surabaya gacor di Super League 2025/2026. (PSM Makassar) - Image

Bernardo Tavares bisa jadi solusi instan Persebaya Surabaya gacor di Super League 2025/2026. (PSM Makassar)

JawaPos.com — Tensi jelang laga Persebaya Surabaya vs Arema FC pada 22 November 2025 memanas seiring tiga fakta penting yang kini menyedot perhatian publik. Rumor kedatangan Bernardo Tavares, tekanan kepada manajemen, hingga isu boikot dari Bonek membuat duel sarat gengsi ini berada dalam sorotan besar.

Suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonek, sedang dirundung kekecewaan mendalam terhadap performa Green Force. Mereka menilai permainan tak kunjung membaik di bawah komando Eduardo Perez yang dianggap gagal mengangkat potensi tim.

Dalam beberapa pekan terakhir, suara untuk memecat Eduardo Perez semakin keras terdengar dari tribun hingga media sosial. Tuntutan itu dibarengi harapan besar agar manajemen mendatangkan mantan pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares.

Rumor Bernardo Tavares

Rumor kedatangan Tavares sudah lama berembus dan sempat menggugah optimisme suporter. Namun realitas di lapangan justru memperlihatkan tidak ada kejelasan soal kapan dan apakah sang pelatih benar-benar datang. Manajemen Persebaya Surabaya disebut sudah melakukan komunikasi dengan Tavares, tetapi hasilnya masih nol tanpa perkembangan berarti.

Situasi ini membuat suporter merasa manajemen lamban merespons kondisi kritis yang sedang dialami tim.

Bonek siapkan teror ke Arema FC jelang tandang ke markas Persebaya Surabaya di pekan ke-13 Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)

Tekanan Suporter

Bonek menginginkan perubahan cepat agar Persebaya Surabaya bisa tampil lebih meyakinkan di pertandingan besar melawan Arema FC. Mereka berharap Tavares memimpin tim dalam laga bertensi tinggi tersebut. Namun tanpa kejelasan mengenai masa depan kursi pelatih, kekecewaan suporter makin menjadi-jadi. Mereka tak yakin Persebaya Surabaya mampu meraih kemenangan karena melihat tidak ada perkembangan signifikan dalam kualitas permainan.

Ancaman Boikot

Gelombang ketidakpuasan itu memunculkan seruan boikot terhadap pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo. Ancaman yang sebelumnya hanya berupa wacana kini mulai terlihat nyata di linimasa media sosial. Komentar bernada pesimis banyak menghiasi kolom diskusi suporter. Kalimat seperti “Yakin sold out ora iki, dengan keadaan permainan Persebaya yang seperti ini” dan “males ndelok” memperlihatkan frustrasi mereka terhadap performa Green Force.

Padahal laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 ini memiliki potensi besar dari sisi jumlah penonton. Gelora Bung Tomo berkapasitas 40 ribu sudah mengantongi izin untuk diisi sekitar 30 ribu penonton sesuai ketentuan terbaru dari regulasi keamanan pertandingan.

Tanpa isu boikot, duel Persebaya Surabaya vs Arema hampir bisa dipastikan menyedot animo besar suporter. Rivalitas kedua tim selalu menghadirkan atmosfer luar biasa yang menjadi magnet bagi pecinta sepak bola nasional.

Jika boikot benar-benar terjadi, dampaknya akan terasa pada rekor penonton Persebaya Surabaya musim ini. Rata-rata penonton yang hadir saat ini mencapai 15.967 per laga, angka yang terbilang tinggi dibanding banyak klub lain. Penurunan signifikan di laga besar melawan Arema akan mengancam stabilitas rata-rata tersebut.

Apalagi klub pesaing seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung memiliki angka penonton lebih baik sepanjang musim. Persija mencatat rata-rata 26.912 penonton di Jakarta International Stadium. Sementara Persib menorehkan 17.012 penonton di Gelora Bandung Lautan Api yang memperlihatkan konsistensi mereka menarik dukungan publik.

Persebaya Surabaya bisa kehilangan momentum bersaing dalam hal animo penonton jika atmosfer pertandingan tidak kondusif. Kondisi itu juga bisa memengaruhi kepercayaan publik terhadap kualitas manajemen klub. Dampak negatif boikot tidak hanya berhenti pada angka di tribun. Kehilangan dukungan masif dari Bonek berpotensi menggerus semangat pemain yang terbiasa tampil di bawah sorakan besar suporter.

Atmosfer yang biasanya menggema di Gelora Bung Tomo bisa berubah datar dan memengaruhi performa tim di lapangan. Situasi ini jelas membuat Persebaya Surabaya kehilangan salah satu kekuatan terbesar mereka.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore