Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 November 2025, 22.59 WIB

Pekerjaan Rumah Persebaya Surabaya Lawan Arema FC! 5 Kartu Merah Tak Boleh Berlanjut di Derbi Jawa Timur

Persebaya Surabaya jadi salah satu tim yang sering kebobolan lebih dulu di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya) - Image

Persebaya Surabaya jadi salah satu tim yang sering kebobolan lebih dulu di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Pekerjaan besar menanti Persebaya Surabaya jelang derbi Jawa Timur melawan Arema FC, dan persoalan itu tidak lagi sekadar soal taktik atau skema bermain. Lima kartu merah dalam 10 laga terakhir menjadi alarm keras yang tidak boleh kembali berbunyi di pertandingan paling bergengsi musim ini.

Green Force sedang menjalani periode yang berat di Super League 2025/2026 karena performa yang naik turun di tengah persaingan yang makin ketat.

Masalahnya bertambah ketika data resmi I.League menempatkan mereka sebagai tim dengan disiplin terburuk sejauh musim berjalan.

Persebaya Surabaya menjadi satu-satunya tim yang sudah mengoleksi lima kartu merah, jumlah tertinggi di antara seluruh kontestan. Kondisi ini kontras dengan torehan kartu kuning mereka yang justru termasuk paling sedikit di liga.

Situasi itu memperlihatkan inkonsistensi dalam kontrol emosi para pemain, terutama pada momen-momen krusial pertandingan.

Walau jarang melakukan pelanggaran sepele, para pemain Persebaya Surabaya sering terseret situasi ekstrem yang berujung hukuman berat.

Ironi itu membuat posisi mereka di klasemen makin tidak stabil karena beberapa pertandingan harus dijalani dengan jumlah pemain yang timpang. Dampaknya terlihat dalam hasil-hasil yang jauh dari harapan suporter.

Francisco Rivera menjadi nama yang paling banyak disorot karena sudah dua kali menerima kartu merah langsung. Gelandang asal Meksiko itu kembali diusir pada laga melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro.

Dalam laga yang berakhir imbang 1–1 tersebut, Rivera hengkang lebih cepat pada menit ke-76 setelah melakukan pukulan ke muka pemain lawan.

Padahal Persebaya Surabaya sedang unggul melalui gol Catur Pamungkas dan tampil dominan sebelum insiden itu terjadi.

Mereka menciptakan sejumlah peluang emas melalui Mihailo Perovic, Gali Freitas, dan Bruno Moreira. Namun ketidaksabaran di lini depan membuat kemenangan yang semestinya bisa diraih justru kembali terbuang.

Selain Rivera, ada tiga pemain lain yang juga mendapat kartu merah pada musim ini. Dejan Tumbas, Leo Lelis, dan Mikael Tata turut masuk daftar pemain yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Kondisi itu membuat Eduardo Pérez kesulitan menjaga stabilitas permainan timnya di momen-momen penting. Pelatih asal Spanyol tersebut memahami betul risiko kehilangan pemain di tengah laga yang ketat.

Ia menegaskan para pemain sudah berkomitmen untuk tampil lebih tenang dan matang dalam mengambil keputusan. Situasi ini harus diwujudkan di lapangan karena derbi Jatim bukan tempat untuk kesalahan yang sama.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore