Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 November 2025, 23.37 WIB

Drama Akuisisi PSIS: Deal Sudah Dekat, Tiba-tiba Dibatalkan Sepihak, Suporter Murka!

Ilustrasi: Suporter PSIS Semarang. (Istimewa)

JawaPos.com - Kabar mengejutkan datang dari PSIS Semarang. Rencana masuknya bos Malut United, David Glenn, sebagai pemilik mayoritas saham dikabarkan batal di proses akhir.

Informasi ini muncul setelah Ketua Umum Panser Biru, Kepareng, yang akrab disapa Wareng, membagikan unggahan yang cukup menohok melalui akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng.

Dalam unggahan tersebut, Wareng menuliskan kalimat yang memancing perhatian para pendukung Laskar Mahesa Jenar.

“Udah ada yang peduli, gairah suporter ya udah meninggi tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh keluarganya,” tulisnya.

Ungkapan itu seolah memberi sinyal bahwa proses akuisisi terhenti karena pembatalan sepihak dari pemilik saham yang tidak jadi menjual saham ke David Glenn.

Tak berhenti di situ, Wareng kembali memposting keluhan yang lebih panjang.

Ia menyebut bahwa proses akuisisi sebenarnya sudah berada di tahap akhir.

“Pantes banyak orang kaya di Semarang bahkan Indonesia tidak mau terjun ke sepakbola. Udah deal tinggal tanda tangan terus membatalkan sepihak. Manajemen udah ganti, pelatih udah ganti, pemain mulai diseleksi tinggal didaftarkan, gaji pemain udah dihandle manajemen baru. Bisa-bisane dibatalkan keluargane,” tulisnya.

Dalam kelanjutannya, ia menyinggung soal komitmen seorang lelaki yang harusnya bisa dipegang, namun berbeda bagi seorang politisi.

Sebelumnya, David Glenn dikabarkan siap mengambil alih 75 persen saham PSIS Semarang dari Yoyok Sukawi.

Akuisisi ini digadang-gadang akan membawa perubahan besar bagi Laskar Mahesa Jenar yang saat ini berada didasar klasemen group tomur Pengadaian Championship.

Apalagi sejumlah langkah perombakan manajemen dan tim kabarnya sudah mulai berjalan mengikuti arahan pemilik baru.

Namun kabar batalnya kesepakatan secara sepihak ini justru membuat masa depan PSIS kembali buram.

Tanpa suntikan dana dan kepemimpinan baru, klub terancam semakin terpuruk dan bahkan disebut-sebut bisa terancam degradasi hingga Liga 3 musim depan jika tidak ada perubahan dari manajemen tim.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore