Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 00.32 WIB

Ikut Terseret dalam Kasus Dugaan TPPO Rizki Nur Fadhilah, PSMS Medan Bantah Tegas Ikut Terlibat

Rizki Nur Fadhilah pemain bola yang jadi korban TPPO di Kamboja. (Dok. Pengamat sepak bola)

JawaPos.com - PSMS Medan terseret dalam kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa pemain muda asal Kabupaten Bandung, Rizki Nur Fadhilah. Pihak manajemen Ayam Kinantan langsung memberikan klarifikasi dengan tegas membantah keterlibatan tersebut.

Nama Rizki Nur Fadhilah viral di media sosial setelah dirinya dikabarkan menjadi korban TPPO di Kamboja. Semua bermula dari pemain berusia 18 tahun itu mendapat tawaran bermain sepak bola di Medan melalui Facebook.

Rizki Nur Fadhilah lalu dijemput oleh seseorang tak dikenal dari Jakarta ke Medan untuk mengikuti seleksi sepak bola di PSMS Medan. Namun, alih-alih pergi ke Medan, ia justru dibawa lagi ke Malaysia dan Kamboja dan diduga dipaksa bekerja dengan kondisi yang sangat buruk.

Kasus dugaan TPPO Rizki Nur mencuat setelah keluarga korban mengunggah sebuah video permintaan tolong kepada pemerintah untuk menyelesaikannya. Kasus ini pun viral di media sosial.

Fandi Jonathan selaku Presiden Klub PSMS Medan, memberikan klarifikasi setelah terseretnya nama klub Ayam Kinantan. Ia membantah keras klubnya pernah membuka seleksi pemain yang disebut-sebut sebagai pintu masuk modus penipuan tersebut.

"Saya pastikan PSMS tidak pernah membuka seleksi pemain. Kabar yang beredar di media sosial bahwa kita membuka seleksi adalah hoaks," tegas Fandi dalam pernyataan resminya, dipetik Rabu (18/11).

Di samping membantah keterlibatan, Fendi turut menyampaikan rasa prihatin, keresahan dan kesedihan yang mendalam yang turut dirasakan jajaran manajemen PSMS.

“Kami pun berharap oknum yang mengatasnamakan psms medan tersebut dapat segera tertangkap dan mengungkapkan fakta yang sebenar2nya sehingga Rizki dapat segera ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan sehat," ujar dia.

"Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Rizki Nur Fadhilah. Semoga dapat berkumpul kembali dengan keluarganya seperti sedia kala," tambahnya.

Kasus ini sendiri sudah menjadi perhatian publik. Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) sampai ikut bersuara dengan menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus TPPO yang menimpa Rizki. APPI juga bergerak dengan menghubungi pihak keluarga dan memberikan pendampingan.

"APPI telah berkomunikasi dengan keluarga Rizki dan siap untuk membantu upaya pemulangan Rizki kembali ke Indonesia," tulis pernyataan APPI dalam keterangan resminya dipetik dari APPI-Online

"APPI sebagai wadah representatif dari para pesepakbola di Indonesia meminta agar hal ini juga menjadi urgensi bagi pemerintah, aparat keamanan dan pihak-pihak lain yang berwenang untuk mengupayakan pemulangan dilakukan segera dengan memprioritaskan keselamatan dari Rizki," tambah APPI.

Setidaknya ada dua poin utama dari APPI kepada pemerintah dan aparat keamanan. Pertama adalah mendesak Kementerian Luar Negeri khususnya melalui KBRI di Kamboja untuk aktif memfasilitasi proses pemulangan Rizki, serta melakukan pendampingan konsuler agar haknya dilindungi.

Selain itu, APPI juga meminta Pemerintah dan juga Polri untuk menjadi pihak yang dapat berkomunikasi aktif dengan terduga pelaku tindakan TPPO dari Rizki dan segera mengusut tuntas dugaan perdagangan manusia ini, mengidentifikasi pelaku, serta memproses sesuai hukum yang berlaku.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore