Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 18.08 WIB

Panpel Persebaya Surabaya Buka Suara Jelang Hadapi Arema FC! Minute’s Silence untuk Korban Erupsi Semeru Dikomunikasikan ke I.League

Ram Surahman memberikan kabar akan mengkomunikasikan minute’s silence ke I.League di laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya) - Image

Ram Surahman memberikan kabar akan mengkomunikasikan minute’s silence ke I.League di laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Panitia Pelaksana Persebaya Surabaya akhirnya buka suara soal peluang digelarnya minute’s silence pada laga derbi Jawa Timur melawan Arema FC. Ram Surahman memastikan dirinya membangun komunikasi dengan operator kompetisi agar penghormatan tersebut dapat terlaksana jelang kick-off.

Dalam penjelasannya, Ram menyampaikan langkah pertama sudah ditempuh agar prosesnya berjalan sesuai prosedur.

“Saya komunikasikan dulu ke LIB ya (terkait minute’s silence untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru),” ujar Ram Surahman kepada JawaPos.com, Jumat (21/11/2025).

Pertandingan bertajuk Derbi Jatim yang berlangsung di Gelora Bung Tomo pada Sabtu (22/11/2025) bakal memancing perhatian besar publik.

Persiapan pertandingan kini bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga kepekaan kemanusiaan yang mengemuka setelah kabar erupsi Gunung Semeru.

Gunung setinggi 3.676 meter tersebut mengalami erupsi besar pada Rabu sore yang disertai luncuran awan panas hingga tujuh kilometer.

Letusan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dengan kolom abu setinggi dua ribu meter yang menjulang jelas di atas puncak Semeru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan aktivitas erupsi masih berlangsung saat dirinya menyusun laporan.

“Erupsi berupa awan panas masih berlangsung, jarak luncur sudah mencapai 7 km dari puncak, dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” tuturnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan kolom letusan terpantau pekat dan bergerak ke arah utara serta barat laut. “Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut,” kata Mukdas.

Kondisi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum empat puluh milimeter dan durasi lebih dari enam belas menit.

Aktivitas vulkanik ini membuat status Semeru tetap berada pada Level II atau Waspada berdasarkan pemantauan terkini.

Mukdas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari pusat erupsi.

Ia juga menekankan agar warga menjauhi tepi sungai minimal lima ratus meter karena aliran lahar dan awan panas bisa menjalar hingga tiga belas kilometer.

Masyarakat diminta tetap menjaga jarak aman dua setengah kilometer dari kawah karena risiko lontaran batu pijar masih tinggi.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore