Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 03.19 WIB

Drama 12 Kartu Kuning di Derbi Jatim, Persebaya dan Arema Berbagi Poin

Derbi Jatim jadi laga paling panas di pekan ke-13 yang pertemukan Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya) - Image

Derbi Jatim jadi laga paling panas di pekan ke-13 yang pertemukan Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com—Derbi Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berubah menjadi laga paling panas di Pekan ke-13 Super League 2025/2026. Wasit Rio Permana harus mencabut total 12 kartu kuning dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tersebut.

Angka itu membuat duel Green Force kontra Singo Edan menjadi pertandingan dengan kartu terbanyak di seluruh laga pekan ini. Sembilan kartu kuning diberikan untuk pemain Arema FC dan tiga lainnya diarahkan kepada penggawa Persebaya.

Tak berhenti di situ, satu pemain Arema harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua. Intensitas yang tinggi membuat tensi laga meningkat sejak awal dan tak mereda hingga peluit panjang dibunyikan.

Derbi ini juga mencatat jumlah penonton terbanyak di Pekan ke-13 dengan 29.476 pasang mata hadir langsung di GBT. Situasi stadion yang penuh dan atmosfer panas di sepanjang laga memperkuat nuansa tensi tinggi yang terjadi di lapangan.

Secara keseluruhan, Pekan ke-13 Super League menghadirkan 52 kartu kuning dan empat kartu merah. Total 56 kartu tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang musim 2025/2026 hingga saat ini.

Peningkatan jumlah kartu di pekan ini memperlihatkan betapa ketat persaingan 18 tim peserta liga musim ini. Ritme pertandingan berlangsung cepat, duel fisik sulit dihindari, dan tekanan untuk meraih poin membuat para pemain mengambil risiko lebih besar.

Bandingkan dengan Pekan ke-12 yang mencatat 46 kartu kuning dan tujuh kartu merah. Meski jumlah kartu merah di pekan sebelumnya lebih banyak, total akumulasi kartu tetap lebih rendah dibanding pekan ke-13.

Arema FC kembali masuk sorotan karena menjadi salah satu tim yang paling sering menerima kartu musim ini. Hingga Pekan ke-13, skuad Singo Edan telah mengoleksi 35 kartu kuning dan menjadi yang kedua terbanyak.

Bhayangkara Presisi Lampung FC berada di posisi teratas sebagai tim paling keras dengan 40 kartu kuning. Persijap Jepara menguntit di posisi tiga dengan 33 kartu kuning hingga pekan ini.

Tingginya jumlah kartu dari tiga tim tersebut menggambarkan karakter permainan yang agresif. Persaingan papan tengah hingga bawah sangat ketat, dan setiap laga seperti final kecil yang menuntut intensitas tinggi sepanjang pertandingan.

Di sisi lain, pertandingan Persebaya vs Arema yang dipimpin Rio Permana menjadi puncak dari panasnya pekan ini. Keputusan mengeluarkan 12 kartu menunjukkan wasit bekerja keras menjaga ritme dan keamanan pertandingan.

Persebaya yang bermain di depan puluhan ribu pendukung setia harus puas dengan satu poin. Sementara Arema FC, yang sedang berusaha keluar dari tekanan performa, kembali gagal meraih kemenangan penting.

Ketatnya pengawasan wasit sepanjang laga membuat kedua tim tak bisa leluasa tampil agresif. Namun tensi tinggi tetap muncul melalui adu duel, kontak fisik, dan atmosfer suporter yang menambah beban psikologis pemain.

Situasi lapangan yang keras ini sebenarnya sudah diprediksi sejak jadwal dirilis. Derbi Jawa Timur selalu menghadirkan drama, tensi, dan cerita yang menarik perhatian nasional.

Penonton di GBT bahkan sempat terdiam ketika kartu merah untuk pemain Arema dikeluarkan. Namun kondisi itu tak cukup mengubah hasil akhir yang tetap berimbang sampai laga tuntas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore