Arief Catur Pamungkas jadi salah satu pemain yang berprogress apik bersama Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Transformasi Arief Catur Pamungkas kian mencuri perhatian publik sepak bola nasional setelah menampilkan perubahan besar dari sosok yang dulu dikenal keras menjadi fullback modern yang lebih tenang dan efektif.
Perubahan ini terasa paling menonjol musim 2025/2026 ketika kontribusinya tidak hanya hadir lewat duel bertahan, tetapi juga tercermin lewat keterlibatan langsung pada proses terciptanya gol.
Aksi terbarunya terlihat jelas saat Persebaya Surabaya melawan Bhayangkara FC pada 28 November lalu ketika agresivitasnya memaksa kiper lawan melakukan gol bunuh diri.
Momen itu melengkapi catatan keterlibatan gol ketiganya musim ini, plus satu gol saat melawan Persik yang membuat kontribusi ofensifnya terus meningkat.
Catur yang lahir di Mojokerto pada 25 Juli 1999 kini memasuki usia 26 tahun dan sedang berada dalam masa kematangan sebagai pesepak bola.
Ketenangan, keputusan yang lebih terukur, dan pemahaman taktik yang berkembang membuatnya tak lagi sekadar pemain yang mengandalkan tekel atau duel fisik.
Padahal dalam beberapa musim awal bersama Persebaya Surabaya sejak bergabung pada April 2022, ia identik dengan gaya bermain keras yang membuatnya sering menerima kartu kuning.
Kini jumlah kartu kuningnya turun drastis, seiring meningkatnya pemahaman membaca permainan yang membantu dirinya lebih efisien dalam bertahan.
Statistik musim ini memperlihatkan perubahan itu secara gamblang, terutama lewat 12 laga dengan total 1.076 menit dan akurasi umpan 77 persen.
Ia terlibat dalam satu gol, satu assist, dua keypass, dan enam percobaan tembakan yang menggambarkan peningkatan kontribusi menyerang dari seorang bek kanan.
Kemampuan bertahannya tetap solid dengan 26 tekel, 11 tekel sukses, 35 intersep, dan 29 sapuan yang menunjukkan perannya tetap vital dalam struktur pertahanan.
Fokusnya kini bukan sekadar memutus serangan, tetapi segera mengalirkan bola untuk memulai transisi yang lebih rapi.
Perubahan pola permainannya terasa pula lewat 363 umpan dan 279 umpan sukses, serta kemampuannya memberi enam umpan terobosan dan 15 crossing sepanjang musim.
Catatan ini semakin menguatkan statusnya sebagai fullback modern yang tak hanya menjaga sisi lapangan, tetapi juga membangun serangan dari belakang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
