Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Desember 2025, 20.29 WIB

Liga 3 Diwarnai Rasisme! Laga Waanal Brothers vs Gresik United Sempat Dihentikan, Sahala Marudut Tigor Salahkan Panpel

Laga Waanal Brothers vs Gresik United. (Dok. GU)

JawaPos.com – Gresik United berhasil meraih kemenangan pertama di Liga 3 Nusantara 2025-2026. Di Grup D, Laskar Joko Samudro menang 3-1 atas tim asal Papua, Waanal Brothers FC, di Lapangan THOR, Surabaya, Jumat malam (6/11).

Gresik United kebobolan lebih dulu melalui penalti Andryansyah, pada menit ke-5. Namun, Laskar Joko Samudro berhasil membalas tiga gol lewat penalti Alif Jaelani menit ke-16, Wahyu Agung menit ke-19, dan Rafi Herlianto menit ke-53.

Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, bersyukur atas kemenangan ini. Menurutnya, kemenangan tersebut sangat penting bagi Guntur Ariyadi dkk. “Kemenangan yang memberi tambahan semangat dan motivasi pemain dalam menyambut laga selanjutnya,” ucapnya.

Andik juga senang melihat apa yang ditampilkan anak asuhnya. Ini penampilan perdana di pertandingan pertama melawan Persekabpas Kabupaten Pasuruan (1/12) mandul, kali ini mampu menunjukkan peningkatan.

“Hasil evaluasi berhasil dilaksanakan dengan baik,” sambungnya.

Sayangnya, kemenangan Gresik United atas Waanal Brothers FC diwarnai kejadian tangan oknum supporter yang berada di luar pagar Lapangan THOR.

Mereka melakukan tindakan kurang terpuji dengan meneriakkan kata-kata rasisme kepada pemain Waanal Brothers FC.

Wasit Fadlan yang memimpin pertandingan sempat menghentikan jalannya pertandingan pada menit ke-78.

Ia meminta panpel membubarkan kerumunan supporter di luar pagar tersebut. Pertandingan baru dilanjutkan lagi pada menit ke-83.

Salahkan Panpel Pertandingan

Pemain yang mendapat ucapan rasisme, pelatih Waanal Brothers FC, Sahala Marudut Tigor, mengkritik keras kinerja panpel. Ia menilai adanya supporter tersebut menunjukkan panpel tidak bekerja maksimal menjalankan regulasi laga.

“Panpel harus introspeksi atas kejadian ini. Harus diminimalisir adanya supporter,” jelasnya.

Menurut Sahala, ucapan rasisme dan provokasi sulit dihindari ketika banyak oknum supporter datang. “Karena mereka diberi ruang sehingga bisa mengucapkan kata-kata kasar,” tegasnya.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore