Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Desember 2025, 17.54 WIB

Marcos Reina Tak Punya Banyak Waktu Bulan Madu! Persik Kediri Harus Tancap Gas ke Papan Atas

Marcos Reina tak punya banyak waktu bulan madu dengan Persik Kediri. (Persik Kediri)

 

JawaPos.com —Marcos Reina tak punya banyak waktu untuk beradaptasi di Persik Kediri dan situasi ini menuntutnya tancap gas sejak hari pertama memimpin latihan. Target Persik untuk kembali bersaing di papan atas Super League 2025/2026 membuat proses adaptasi sang pelatih menjadi aspek yang tak boleh molor.

Reina resmi didatangkan untuk menggantikan Ong Kim Swee yang memutuskan berpisah karena ada panggilan negara memperbaiki sepak bola Malaysia yang sedang carut marut.

Pergantian pelatih di tengah musim menjadi tantangan besar, sehingga manajemen perlu figur yang bisa langsung bekerja efektif.

Pelatih berusia 40 tahun itu akan memulai tugas pada 8 Desember ketika Ezra Walian dkk selesai menikmati liburan sepekan.

Kondisi tersebut membuat Reina tak punya kesempatan bersantai karena ia harus mengenal karakter pemain dalam waktu cepat.

Persik berharap sang pelatih bisa memahami kualitas individu setiap pemain agar komposisi terbaik dapat terbentuk sebelum liga kembali berjalan.

Adaptasi kilat menjadi kewajiban karena Persik ingin memperbaiki performa yang belum stabil sebelumnya.

Syahid Nur Ichsan selaku Manajer Persik Kediri menegaskan Reina tidak akan kesulitan dalam hal bahasa. “Saya kira coach Marcos Reina tak ada kendala soal bahasa,” kata Syahid menegaskan optimisme manajemen.

Menurut Syahid, keberadaan Imanol Garcia dan Jose Enrique menjadi keuntungan tersendiri karena kedua pemain itu bisa membantu komunikasi pelatih baru.

“Secara bahasa verbal, kita punya Imanol Garcia dan Jose Enrique yang akan banyak membantu coach Marcos Reina. Karena mereka berasal dari Spanyol,” ujarnya.

Dua pemain itu dipandang bisa menjadi jembatan sekaligus mempercepat proses adaptasi Reina terhadap suasana ruang ganti. Dukungan ini diharapkan membuat komunikasi taktikal berlangsung lebih lancar sejak latihan pertama.

Syahid juga melihat sepak bola sendiri merupakan bahasa universal yang memudahkan proses pemahaman instruksi.

“Secara bahasa sepak bola tentu pemain sudah paham apa yang diinginkan pelatih lewat papan peraga,” ucapnya.

Meski begitu, Syahid menekankan adaptasi tetap diperlukan agar komunikasi antarpemain dan pelatih berjalan searah di lapangan. Ia menyebut interaksi harian akan menjadi kunci terbentuknya chemistry yang solid dalam tim.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore