Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Desember 2025, 23.10 WIB

Terbongkar Alasan Persebaya Surabaya Dekati Mantan Pelatih JDT! Tiru Strategi Persib Bandung?

Bojan Hodak salah satu lulusan Johor Darul Ta’zim yang sukses di Liga Indonesia. (Persib Bandung) - Image

Bojan Hodak salah satu lulusan Johor Darul Ta’zim yang sukses di Liga Indonesia. (Persib Bandung)

JawaPos.com — Terbongkar alasan Persebaya Surabaya mulai mendekati mantan pelatih Johor Darul Ta’zim (JDT) dan kabar ini memicu rasa penasaran publik sepak bola nasional. Situasi pelik tanpa pelatih kepala membuat manajemen Persebaya Surabaya bergerak cepat sebelum tenggat registrasi resmi dari I.League tiba.

Persebaya Surabaya hingga pekan ke-14 masih tertahan di peringkat sembilan klasemen sementara dengan 18 poin di bawah kendali pelatih interim Uston Nawawi.

Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak untuk menemukan sosok pelatih berpengalaman yang mampu mengangkat performa tim di putaran kedua Super League 2025/2026.

Pemecatan Eduardo Perez pada 22 November 2025 memperberat posisi Persebaya Surabaya karena regulasi I.League memberi batasan waktu ketat.

Klub wajib melaporkan perubahan pelatih kepala maksimal tiga hari setelah kontrak diakhiri dan harus mendaftarkan pelatih baru selambat-lambatnya 30 hari setelah pemberitahuan.

Mengacu perhitungan tersebut, tenggat jatuh pada 25 Desember 2025 sehingga Persebaya Surabaya harus bergerak cepat.

Situasi ini membuat manajemen tak punya pilihan selain memburu sosok yang siap bekerja dan memiliki rekam jejak kompetitif di level Asia Tenggara.

Dalam jadwal Desember 2025, Persebaya Surabaya menjamu Borneo FC pada 20 Desember dan Persijap Jepara pada 28 Desember.

Artinya pelatih kepala idealnya sudah hadir sebelum laga kontra Persijap agar proses adaptasi berjalan mulus.

Kabar yang dihimpun JawaPos.com pada Selasa, 9 Desember 2025 menyebut manajemen Persebaya Surabaya mulai mendekati mantan pelatih JDT

Langkah ini menandakan ambisi besar klub untuk meningkatkan kualitas tim secara signifikan.

JDT memiliki reputasi luar biasa sebagai klub terbesar di Liga Malaysia dan menjadi dominator di kawasan Asia Tenggara dalam satu dekade terakhir.

Dominasi ini lahir dari revolusi besar yang dimulai sejak HRH Tunku Mahkota Ismail mengambil alih klub pada 2013.

Transformasi JDT menghadirkan standar baru dalam manajemen, fasilitas, dan prestasi.

Klub berjuluk Southern Tigers itu meraih sebelas gelar Malaysia Super League beruntun serta deretan trofi domestik lain yang membuat mereka menjadi ikon sepak bola modern di kawasan.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore