Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Desember 2025, 18.52 WIB

Rugi Rp 355 Juta! Persebaya Surabaya Lebih Sering Dihukum Denda daripada Raih Kemenangan

Denda Komdis PSSI ke Persebaya Surabaya tembus Rp 355 juta. (Persebaya Surabaya) - Image

Denda Komdis PSSI ke Persebaya Surabaya tembus Rp 355 juta. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Rugi Rp 355 juta dan hanya meraih empat kemenangan dari 13 laga jadi potret paling kontras perjalanan Persebaya Surabaya di Super League musim ini. Klub kebanggaan Bonek itu lebih sering diganjar hukuman Komite Disiplin PSSI (Komdis PSSI) daripada merayakan tiga poin di lapangan.

Ironi tersebut mencuat setelah rilis sidang Komdis PSSI terbaru yang disampaikan pada Rabu (10/12/2025).

Dalam keputusan pekan ke-13, total denda Persebaya Surabaya tembus Rp 355 juta sejak kick-off musim, membuat mereka kini jadi tim dengan pengeluaran denda terbanyak kedua setelah PSM Makassar.

Persebaya Surabaya awalnya tidak termasuk tim yang boros hukuman, namun rangkaian insiden dalam beberapa laga membuat nominal denda mereka terus naik.

Posisi Persebaya Surabaya bahkan menyalip Persik Kediri yang sebelumnya nyaman di urutan kedua dengan Rp 260 juta.

Pekan ke-13 menjadi titik paling merugikan bagi Persebaya Surabaya setelah laga panas kontra Arema FC pada 22 November 2025.

Pertandingan itu memunculkan berbagai pelanggaran mulai penyalaan petasan, pelemparan botol air minum dari Tribun Barat, hingga aksi suporter masuk ke pinggir lapangan.

Komdis PSSI menganggap kejadian tersebut sebagai bentuk gagal menjaga ketertiban pertandingan sehingga hukuman pun menumpuk.

Panitia pelaksana Persebaya Surabaya turut mendapat denda tambahan Rp 40 juta karena dinilai tidak mampu mengendalikan situasi hingga terjadi kerusuhan.

Di tengah tekanan dan kritik, data Komdis PSSI memperlihatkan betapa timpangnya performa dan pengeluaran denda Persebaya Surabaya sepanjang musim.

Dari 13 pertandingan, tim asuhan pelatih musim ini hanya menang empat kali dan masih memiliki satu laga tunda yang belum dimainkan.

Kondisi tersebut menyulitkan Persebaya Surabaya yang berupaya keluar dari tekanan suporter serta meningkatkan konsistensi di lapangan.

Alih-alih bangkit lewat prestasi, pengeluaran mereka justru terkuras oleh hukuman kedisiplinan yang terus datang dari pekan ke pekan.

Di sisi lain, daftar total denda Super League sejak pekan pertama menunjukkan persaingan lain di luar klasemen liga.

PSM Makassar menjadi klub dengan denda terbesar mencapai Rp 420 juta, disusul Persebaya Surabaya Rp 355 juta dan Persik Kediri Rp 260 juta.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore