Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Desember 2025, 16.06 WIB

Tak Punya Pelatih Kepala dan Manajer! Jalan Terjal Persebaya Surabaya Lawan Borneo FC

Persebaya Surabaya jalani musim yang berat di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya memasuki pekan krusial Super League 2025/2026 dengan kondisi yang tidak ideal dan jauh dari standar klub profesional. Tim kebanggaan Kota Pahlawan itu memasuki periode genting tanpa pelatih kepala dan manajer resmi yang mengarahkan struktur kerja tim.

Situasi ini semakin memprihatinkan karena Persebaya Surabaya harus meladeni pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (20/12/2025).

Ketidakpastian di level manajemen membuat persiapan tim terasa timpang, terlebih laga ini berlangsung di tengah tekanan besar dari suporter.

Green Force juga tak bisa menurunkan dua pemain pilar yang selama ini jadi motor permainan.

Gelandang serang Francisco Rivera absen akibat kartu merah saat melawan Persik Kediri pekan ke-13, sedangkan Bruno Moreira harus menepi karena akumulasi empat kartu kuning.

Kedua absensi itu membuat lini serang Persebaya Surabaya terancam tumpul ketika menghadapi salah satu tim paling stabil musim ini.

Rivera dijatuhi larangan bermain selama dua pertandingan, sementara Moreira kehilangan momentum setelah beberapa pekan terakhir menjadi andalan di kotak penalti.

Caretaker pelatih, Uston Nawawi, terpaksa memutar otak untuk menyiapkan formula baru agar Persebaya Surabaya tetap kompetitif.

Uston yang sebelumnya berstatus asisten pelatih kini memikul beban berat karena minimnya komposisi pelatih di tubuh Persebaya Surabaya.

Kondisi kian pelik karena posisi pelatih kepala belum terisi sejak pemecatan arsitek sebelumnya bulan lalu. Klub belum memperkenalkan pengganti, sedangkan pasar pelatih makin sempit mendekati paruh musim.

Tak hanya pelatih kepala yang kosong, posisi manajer tim juga tak jelas keberadaannya.

Nama manajer sudah tidak tercantum di laman resmi I-League, tetapi klub tak pernah mengeluarkan keterangan resmi mengenai pergantian atau pengunduran diri.

Para suporter pun semakin khawatir karena jabatan Direktur Teknik yang sebelumnya diisi Uston Nawawi kini membingungkan.

Uston yang semula diumumkan sebagai Direktur Teknik justru kembali menangani fungsi kepelatihan dan kini bertugas sebagai caretaker.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore