Kapten Timnas Indonesia U-22 Ivar Jenner saat laga menghadapi Myanmar di SEA Games 2025. (Instagram Ivar Jenner)
JawaPos.com - Timnas Indonesia U-22 gagal mempertahankan prestasi medali emas SEA Games. Kegagalan ini membuat semua pihak penasaran dan menunggu pertanggungjawaban dari pihak yang dianggap jadi biang keroknya.
Hal itu dikatakan oleh pengamat sepak bola, Binder Singh. Menurutnya, mengetahui siapa yang bertanggung jawab di balik kegagalan itu sangat penting karena hasil Garuda Muda sangat mengecewakan.
Apalagi, Binder Singh sampai dibuat terheran-heran karena salah satu anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga membuat unggahan yang menimbulkan publik bertanya-tanya. Yakni sang exco mengaku tak tahu menahu soal kiprah Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025.
"Saya agak penasaran juga nih, teman-teman. Dengan postingan yang diunggah oleh salah satu Exco dari PSSI. Ini jujur loh. Saya kaget loh karena kita tau lah Exco ini kan vokal juga ya. Exco ini vokal juga. Jadi saya kaget," kata Bung Binder dalam podcastnya, Bola Bung Binder.
Dia kemudian coba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh PSSI. Binder menemukan bahwa tanggung jawab federasi untuk sementara ada pada Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainudin Amali lantaran Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI, tengah sibuk SEA Games 2025. Sebab Erick juga seorang Menpora RI.
"Karena ada postingan seperti ini. Saya penasaran saya menanyakan sumber saya. Ini sumber yang sangat terpercayalah. Jadi saya nanya. Kenapa ini ada postingan seperti ini oleh orang dalam? Ini kan Exco nih," terang Binder.
"Nah dan ternyata saya diinformasikan. Bahwa karena Erick Thohir sibuk di Kemenpora untuk urusan SEA Games ini, maka tanggung jawabannya diberikan kepada Wakil Ketua Umum. Oleh karena itu ya Waketum Zainuddin Amali yang memilih. Bagaimana untuk bisa menyiapkan tim ini," tambahnya.
Selain itu, Binder menyebut bahwa penunjukkan Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U22 juga merupakan keputusan Zainuddin Amali. Bahkan, target medali emas yang akhirnya berujung kegagalan total disebut berasal dari Waketum I PSSI tersebut, berbeda dengan target pemerintah melalui Kemenpora yang hanya membebankan medali perak.
Binder pun menilai kegagalan Timnas Indonesia U-22 meraih satu pun medali, bahkan tersingkir di fase grup, sebagai kegagalan nonteknis yang harus dijelaskan secara terbuka oleh Zainudin Amali.
"Jujur yang saya ingat itu adalah Wakil Ketua Umum Zainuddin Amali. Tentu Indra Safri harus dievaluasi. Tapi dari sisi lainnya, harus juga ada yang bertanggung jawab dari PSSI," jelas dia.
Binder kemudian turut menyinggung Erick Thohir yang sudah didesak untuk dimintai pertanggungjawaban buntut kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Orang sepak bola nomor satu di Tanah Air itu kemudian sampai meminta maaf.
Nah sekarang, Binder merasa hal itu perlu dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab dari kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025.
“Nah untuk urusan SEA Games ini, ini siapa yang seharusnya bertanggung jawab dari PSSI? Kalau dari teknis, Indra Sjafri sudah mengatakan. Saya ingin menunggu siapa yang secara non teknis yang akan bertanggung jawab," tutupnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
