Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Desember 2025, 13.05 WIB

Suporter Persela Desak Bupati Lamongan Tindak Lanjut Krisis Manajemen

Suporter Persela Lamongan kritik Bupati Yuhronur Efendi, tuntut kepastian manajemen baru, kekhawatiran pemain hengkang.(Istimewa) - Image

Suporter Persela Lamongan kritik Bupati Yuhronur Efendi, tuntut kepastian manajemen baru, kekhawatiran pemain hengkang.(Istimewa)

JawaPos.com - Gelombang kritik datang dari suporter Persela Lamongan terhadap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang juga dikenal sebagai pemilik saham mayoritas klub berjuluk Laskar Joko Tingkir.

Suara kekecewaan ini mencuat di tengah situasi tak menentu yang sedang dialami Persela, terutama setelah mundurnya CEO Fariz Julinar.

Kritik tersebut ramai diperbincangkan setelah akun Instagram @harianpersela mengunggah pernyataan bernada kekhawatiran dari internal tim.

Dalam unggahan itu disebutkan, masa depan skuad Persela berada dalam kondisi abu-abu karena belum terlihat keseriusan manajemen baru untuk hadir dan berbicara langsung dengan pemain.

“Bisa saja satu dua hari ini, atau Januari nanti pemain habis. Kalau tidak ada keseriusan dari manajemen baru untuk datang dan bicara dengan kami, situasinya jadi serba tidak pasti,” demikian petikan pernyataan yang dikutip akun tersebut.

Bahkan disebutkan, beberapa pemain dikabarkan sudah mulai dihubungi tim lain dan berpotensi hengkang dalam waktu dekat.

Bagi suporter, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Mereka menilai, sebagai pemilik saham mayoritas, Yuhronur Efendi seharusnya tampil lebih aktif memastikan transisi manajemen berjalan jelas dan tidak berlarut-larut. Apalagi, Persela sedang berada dalam fase krusial penataan tim jelang kompetisi.

Mundurnya Fariz Julinar menjadi titik balik kegelisahan publik Lamongan. Fariz memilih melepas jabatannya sebagai CEO Persela untuk fokus mendampingi sang istri, Datu Nova, yang disebut-sebut terlibat dalam pembelian saham mayoritas PSIS Semarang.

Keputusan itu membuat Persela kehilangan figur sentral dalam manajemen, sekaligus memicu banyaknya eksodus pemain.

Sejak kepergian Fariz, satu per satu pemain Persela ditinggal banyak pemain yang pindah ke klub lain. Kondisi ini memperkuat anggapan suporter bahwa tidak ada kepastian arah pengelolaan klub.

Suporter berharap, Pemkab Lamongan dan Yuhronur Efendi tidak tinggal diam. Mereka menuntut langkah konkret, mulai dari penunjukan manajemen baru yang jelas hingga komunikasi terbuka dengan pemain dan suporter.

Tanpa itu, kekhawatiran kehilangan banyak pemain bukan sekadar isu, melainkan ancaman nyata bagi Persela.

Di mata suporter, Persela bukan hanya soal kepemilikan saham atau jabatan, melainkan identitas Lamongan. Karena itu, mereka menagih komitmen penuh agar Laskar Joko Tingkir tidak terus terombang-ambing di tengah ketidakpastian.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore