Rizky Dwi Pangestu bisa diasah lebih baik lagi oleh Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya. (Instagram/@rizkydwi.99)
JawaPos.com — Pekerjaan rumah Bernardo Tavares sudah menunggu, mengorbitkan striker lokal di Persebaya Surabaya seperti Ramadhan Sananta kini menjadi topik hangat di kalangan Bonek. Reputasi pelatih asal Portugal itu sebagai sosok bertangan dingin dalam mengasah ketajaman penyerang lokal menghadirkan ekspektasi besar di Kota Pahlawan.
Nama Bernardo Tavares lekat dengan kisah sukses Ramadhan Sananta bersama PSM Makassar pada musim 2022/2023. Dari pemain muda yang nyaris tak dikenal, Sananta menjelma predator mematikan di kotak penalti lawan.
Transformasi Sananta bukan cerita instan, melainkan hasil proses panjang yang dijalani bersama Tavares. Keberhasilan itu kini menjadi tolok ukur publik Surabaya terhadap proyek Tavares bersama Persebaya Surabaya.
Sananta diambil dari tim divisi dua dengan status yang jauh dari sorotan media nasional. Profil seperti itu kala tersebut bahkan terbilang langka di kancah sepak bola Indonesia.
Sentuhan Tavares mengubah segalanya dalam waktu relatif singkat namun terukur. Kesabaran, kepercayaan, dan perhitungan matang menjadi ciri khas pendekatan sang pelatih.
Merujuk data Transfermarkt, Sananta tidak langsung mendapat tempat utama di PSM. Ia menghuni bangku cadangan dalam tiga laga awal karena Tavares lebih mempercayai duet Wiljan Pluim dan Everton Nascimento.
Kesempatan pertama Sananta datang saat menghadapi Rans FC meski hanya tampil satu menit. Momen kecil itu menjadi pijakan penting dalam perjalanan kariernya.
Titik balik sesungguhnya terjadi ketika Sananta dipercaya tampil melawan Persib Bandung menggantikan Everton. Ia langsung memborong dua gol dan mengubah peta persaingan di lini depan PSM.
Kepercayaan berkelanjutan membawa Sananta menutup musim dengan 11 gol dari 24 laga. Statusnya melonjak menjadi striker Timnas Indonesia dan kini memperkuat klub Brunei Darussalam, DPMM FC.
Cerita sukses itu membentuk ekspektasi besar saat Tavares berlabuh ke Persebaya Surabaya. Publik menunggu apakah kisah serupa bisa terulang dengan bahan baku berbeda.
Di Persebaya Surabaya, satu nama penyerang lokal yang mencuat sebagai proyek potensial ialah Rizky Dwi Pangestu. Usianya sudah 26 tahun, namun performanya masih membutuhkan polesan ekstra.
Sejak bergabung musim lalu, Rizky Dwi baru mencatat satu gol, itu pun saat menghadapi Persib Bandung. Catatan tersebut menggambarkan tantangan besar yang menanti Tavares.
Statistik musim ini menunjukkan Rizky Dwi baru bermain delapan laga dengan total 84 menit. Expected Goals hanya 0,19, tanpa gol, satu tembakan, dan akurasi umpan 67 persen.
Dalam aspek menyerang, ia mencatat satu umpan kunci, satu tembakan, dan satu kali offside. Dari permainan tim, Rizky Dwi membuat 12 umpan dengan delapan sukses serta tiga umpan silang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
