Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2026, 14.51 WIB

Pesan Bernardo Tavares Bocor! Nonton Persebaya Surabaya Kalahkan Madura United di Pamekasan

Bernardo Tavares sudah terbang ke Surabaya demi pimpin era baru Persebaya. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Pesan singkat Bernardo Tavares mendadak jadi perbincangan usai Persebaya Surabaya menang di Pamekasan. Kalimat “3 poin lagi,” disebut bocor setelah ia menonton kemenangan Green Force dari jauh.

Momen itu terasa spesial karena Persebaya Surabaya baru saja mengamankan tiga poin penting. Kemenangan 1-0 atas Madura United terjadi di Stadion Gelora Ratu Pamelingan pada pekan ke-16.

Laga tersebut memperpanjang tren positif Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. Green Force pulang dari Pamekasan dengan kepercayaan diri yang terus menanjak.

Caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, tak menyembunyikan rasa syukur atas hasil tersebut. Ia menilai kemenangan lahir dari kerja kolektif seluruh elemen tim.

“Tentunya kita bersyukur bisa mendapatkan tiga poin di sini. Madura United adalah tim yang bagus,” ujar Coach Uston dalam konferensi pers.

Ia menegaskan hasil itu bukan kerja satu atau dua orang saja. “Ini hasil kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh staf,” lanjutnya.

Coach Uston menutup pernyataannya dengan rasa lega. “Alhamdulillah, tiga poin hari ini bisa kita amankan,” ucapnya.

Secara statistik, Persebaya Surabaya tampil dominan sepanjang pertandingan. Penguasaan bola mencapai 68 persen dengan total 9 tembakan.

Dari sembilan percobaan itu, tiga di antaranya tepat mengarah ke gawang. Dominasi tersebut menunjukkan kontrol permainan Green Force di kandang lawan.

Meski demikian, pertandingan tidak berjalan mudah. Madura United tetap memberi ancaman lewat skema permainan mereka.

Coach Uston menyebut laga berlangsung menarik sejak awal. Kedua tim sama-sama datang dengan tren positif.

“Pertandingan ini cukup menarik karena kedua tim trennya sedang bagus,” katanya. Ia menilai lawan tampil disiplin sepanjang laga.

Menurutnya, Madura United memilih pendekatan bertahan. Mereka mengandalkan serangan balik cepat yang berbahaya.

“Namun Madura menerapkan permainan defence counter,” ujar Uston. Ia menilai skema itu berpotensi fatal jika lengah.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore