Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2026, 17.44 WIB

Selamat Datang Bernardo Tavares! Pelatih Persebaya Surabaya Langsung Singgung Postur Tubuh Pemain, Tapi Puji Mental dan Komitmen Bertarung

Bonek siap berikan dukungan penuh Bernardo Tavares jika resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya) - Image

Bonek siap berikan dukungan penuh Bernardo Tavares jika resmi bergabung dengan Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, berbicara blak-blakan soal profil pemain Indonesia. Pria yang sukses membawa PSM Makassar bangkit itu menyinggung satu realitas yang tak bisa dihindari: postur tubuh pemain Indonesia relatif kecil. Namun, di balik keterbatasan fisik itu, Tavares justru menemukan mental bertarung dan komitmen besar yang membuatnya terkesan.

Tavares menyebut sepak bola Indonesia tengah berada dalam fase desain ulang. Perubahan itu tak lepas dari masifnya pemain naturalisasi dan keturunan, terutama yang berkarier di Belanda. Faktor sejarah kolonial menjadi salah satu pintu masuknya.

“Bapak Erick Thohir, yang dulu Presiden Inter Milan, adalah orang Indonesia dan sekarang menjadi bos sepak bola di Indonesia. Dia berinvestasi besar di tim nasional. Karena Indonesia bekas koloni Belanda, mereka bisa mendatangkan banyak pemain dari divisi satu atau dua Belanda dengan paspor Indonesia,” ujar Tavares dipetik JawaPos.com dari Renascenca.

Kehadiran para pemain berpaspor Belanda itu, menurut Tavares, secara perlahan menggeser posisi pemain lokal. Namun, ia menegaskan bahwa pemain Indonesia tetap memiliki ciri khas yang menonjol: kecepatan.

“Jika kita analisis profil pemain Indonesia, mereka sangat cepat. Biasanya paling efektif saat transisi menyerang maupun bertahan. Kecepatan adalah kekuatan utama mereka,” jelasnya.

Meski begitu, Tavares tak menutup mata pada persoalan mendasar. Ia memberikan peringatan keras jika pemain Indonesia terus bergantung pada fisik dan kecepatan semata.

“Masalah terbesar ada pada pengambilan keputusan. Mereka belum terlalu kuat di area itu,” katanya.

Ia lalu menyinggung soal postur tubuh. Bagi Tavares, tinggi badan masih menjadi isu krusial, terutama dalam duel dan penerapan taktik modern.

“Di Indonesia, tinggi 175 sentimeter sudah dianggap tinggi. Padahal, kita tahu tinggi badan sangat penting dalam sepak bola, baik secara ofensif maupun defensif,” bebernya dalam wawancara dengan media Portugal, Bola Branca, .

Menurut Tavares, keterbatasan postur ini menjadi celah besar dalam pertahanan tim nasional Indonesia, terutama saat berhadapan dengan tim-tim Asia lain yang unggul secara fisik.

“Mereka sering kalah dalam duel dan gaya bermain seperti itu,” sambungnya.

Namun, kritik tersebut tak lantas menutup pujian. Tavares justru mengakui bahwa beberapa pemain Indonesia punya kualitas untuk bermain di liga profesional Portugal.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengambil alih PSM Makassar pada 2022. Saat itu, PSM terpuruk di peringkat ke-14 dan ditinggal para pemain terbaiknya.

“Saya memaksimalkan pemain yang tersisa dan mendatangkan pemain dari divisi tiga serta tim junior. Beberapa dari mereka bahkan masuk tim nasional pada tahun berikutnya,” ungkap pelatih berusia 45 tahun asal Proença-a-Nova, Portugal itu.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore