Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2026, 14.18 WIB

Pemain Perseta 1970 Firman Nugraha Alami Sesak Napas dan Sulit Menelan, Pul Sepatu Muhammad Hilmi Gimnastiar Jadi Penyebab

Penggawa Perseta 1970 Firman Nugraha - Image

Penggawa Perseta 1970 Firman Nugraha

JawaPos.com – Sudah ada Taufik Ramsyah, kiper klub Tornado FC Pekanbaru, yang meninggal akibat benturan dengan lutut lawan. Ada pula Jumadi Abdi, gelandang Bontang FC, yang mengembuskan napas terakhir setelah delapan hari dirawat di rumah sakit akibat perutnya diterjang kaki lawan.

Tapi, kebrutalan di persepakbolaan Indonesia masih saja terjadi. Dalam laga babak 32 besar Liga 4 Piala Gubernur Jatim kemarin (5/1), kaki Muhammad Hilmi, pemain Putra Jaya Pasuruan, dengan sengaja menerjang dada pemain Perseta 1970 Firman Nugraha.

Seperti terlihat dalam video PSSI Jatim, Hilmi tak tampak berusaha mengambil bola yang mengarah balik ke Firman. Dia langsung melompat dan kaki kanannya mendarat di dada Firman.

Insiden pada menit ke-72 di Stadion Gelora Bangkalan itu membuat Firman mendapat perawatan intensif di lapangan. “Tadi waktu di lapangan dia sempat pingsan, tapi setelah itu sadar nggak apa-apa. Saat pulang ke hotel, dia mengeluh sesak napas dan sakit buat menelan. Akhirnya saya bawa ke RSUD Bangkalan,” kata Wiwik Sulistiani, sekretaris Perseta 1970, kepada Jawa Pos tadi malam.

''Ini dia sedang diperiksa, kami masih menunggu hasil MRI,'' paparnya.

Wiwik menambahkan, pihaknya menyerahkan keputusan soal insiden tersebut kepada Komdis PSSI Jatim. ''Kami dari manajemen Perseta sendiri masih menunggu (hasil putusan komdis),'' jelasnya.

Perwakilan Putra Jaya Pasuruan, tambahnya, sudah menemui manajemen Perseta 1970. Hilmi juga ikut. ''Belum bisa memaafkan, tinggal menunggu keputusan komdis,'' ujarnya.

Dalam foto yang dirilis Perseta 1970 setelah pertandingan, Firman memperlihatkan dadanya. Terlihat ada bekas pul sepatu Hilmi di situ, menandakan betapa kerasnya tendangan tersebut.

Dalam Pantauan Komdis
Dihubungi terpisah, Sekjen PSSI Jatim Djoko Tetuko menegaskan, tindakan Hilmi jauh dari kata fair play. "Komisi Disiplin sudah memantau insiden ini," katanya.

Djoko menerangkan, apa yang dilakukan Hilmi memang sudah mendapat hukuman. Wasit yang memimpin langsung memberikan kartu merah. "Tahap selanjutnya tentu sanksi dan hukuman dari Komdis. Sanksinya seperti apa, itu ada di ranah Komdis," ungkapnya.

Djoko menjamin sanksinya akan tegas. Sebab, PSSI Jatim sudah menekankan sejak awal bahwa Liga 4 Gubernur Jatim harus menjadi contoh sepak bola yang berakhlak.

"Bahkan saat lisensi D kepelatihan, kami tekankan sepak bola harus saling menghargai teman dan lawan," terangnya.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore