
Persijap Jepara incar Claudio Maradona, pemain sayap Brasil, untuk perkuat tim di BRI Super League.
JawaPos.com - Persijap Jepara kembali dihubungkan dengan pemain asing jelang bergulirnya putaran kedua BRI Super League. Kali ini, nama yang mencuat cukup unik dan langsung menarik perhatian publik, pemain tersebut bernama Maradona.
Namun, Maradona yang dimaksud bukan legenda sepak bola asal Argentina, melainkan pemain asal Brasil bernama Claudio Maradonayang memiliki nama lengkap Claudio Oliviera de Souza. Ia lahir di Brasil pada 15 Juli 1994 dan dikenal sebagai pemain sayap yang bisa beroperasi di kanan maupun kiri.
Menariknya, Maradona juga cukup fleksibel karena mampu dimainkan sebagai striker, sebuah kelebihan yang sangat dibutuhkan Persijap saat ini. Saat ini, Maradono berstatus sebagai pemain Newroz SC, klub kasta tertinggi Liga Irak yang sudah ia bela sejak tahun 2024.
Bersama Newroz, pemain berkaki dominan kanan ini tampil cukup impresife. Musim ini ia mencatatkan 11 penampilan dengan kontribusi dua gol dan tiga assist.
Secara total sejak kembali ke Newroz, ia sudah tampil 25 kali dan mencetak lima gol. Tinggi badannya yang mencapai 1,82 meter membuatnya cukup kuat dalam duel udara maupun adu badan.
Ketertarikan Persijap terhadap Maradona tidak lepas dari situasi tim yang sedang berada dimasa sulit. Laskar Kalinyamat kini berada di dasar klasemen BRI Super League dengan koleksi sembilan poin dan baru mencetak 14 gol.
Minimnya produktivitas lini depan menjadi sorotan utama, terlebih Persijap tengah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi di bawah arahan pelatih baru mereka asal Portugal, Divaldo Alves.
Sebelumnya, Persijap sempat dikabarkan membidik penyerang Brasil lain, Joao Tavares. Namun upaya tersebut menemui kendala karena Persijap harus bersaing dengan Persebaya Surabaya yang juga berminat.
Situasi itu membuat manajemen klub mulai mengalihkan fokus ke opsi lain yang dinilai lebih memungkinkan, termasuk Maradona.
Dalam perjalanan kariernya, Maradono lebih banyak berkiprah di Brasil. Ia mengawali karier junior di Ferroviario pada 2013–2014, lalu melanjutkan ke level senior bersama Itabaiana, Alcanense, dan Sao Jose. Bersama Sao Jose, ia sempat dipinjamkan ke sejumlah klub seperti Macae, Sampaio Correa, Boavista, Madureira, hingga Americano.
Pengalaman bermain di luar Brasil juga pernah ia rasakan di Arab Saudi bersama Al Dahab dan di Uni Emirat Arab bersama Dibba Al Hisn.
Jika Maradona benar-benar bergabung, persaingan di lini depan Persijap dipastikan semakin ketat. Posisi Sudi Abdallah dan Rosalvo disebut akan terancam, dengan Rosalvo menjadi kandidat terkuat untuk dicoret.
Sementara itu, Franca masih dinilai relatif aman berkat kontribusi enam gol dari 14 penampilan.
Kontrak Maradono bersama Newroz SC sendiri baru akan berakhir pada 30 Juni 2027. Namun, di tengah situasi genting Persijap, segala kemungkinan masih terbuka demi menyelamatkan tim dari zona degradasi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
