Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 20.37 WIB

Jersey Latihan PSIS di Mess Ludes, Piala Klub Ikut Hilang dan Picu Kekhawatiran Suporter

Ilustrasi jersey PSIS Semarang hilang di mess. (Instagram/@kepareng_wareng)

 

JawaPos.com - Kabar kurang sedap datang dari tubuh PSIS Semarang. Sejumlah jersey latihan pemain yang tersimpan di mess PSIS dilaporkan raib.

Tak hanya itu, beberapa piala milik klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut juga disebut ikut menghilang.

Informasi ini langsung menyita perhatian suporter dan memunculkan berbagai spekulasi di kalangan penggemar Laskar Mahesa Jenar.

Isu hilangnya aset PSIS pertama kali mencuat melalui unggahan Instagram Ketua Panser Biru, Kepareng, lewat akun pribadinya @kepareng_wareng.

Dalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan kekesalannya atas kondisi mess PSIS yang dinilai sudah tidak menyisakan aset penting klub.

“Ngeri lur, jersey-jersey pemain sama latihan PSIS di mess habis semua, bahkan yang paling bikin jengkel piala-piala juga tidak ada. Harusnya itu kan aset-asetnya PSIS alias manajemen anyar ya,” tulis Kepareng dalam unggahannya.

Masih dalam postingan yang sama, Kepareng juga menandai akun Instagram mantan manajer PSIS, @wisnumbuthuk. Hal ini makin memantik perhatian suporter, terlebih di tengah masa transisi kepemilikan klub.

Diketahui, saham mayoritas PSIS Semarang sebesar 75 persen baru saja resmi dibeli oleh Datu Nova dari keluarga Yoyok Sukawi.

Hilangnya jersey latihan dan piala yang seharusnya menjadi aset klub membuat banyak pendukung PSIS merasa khawatir.

Bagi suporter, piala bukan sekadar benda, melainkan simbol sejarah dan marwah klub yang telah dibangun bertahun-tahun. Kekhawatiran pun berkembang, terutama terkait potensi konflik internal di kemudian hari.

Dalam kolom komentar unggahan tersebut, sejumlah suporter menyuarakan keresahannya.

Salah satunya datang dari akun Instagram @xn.hendriansyah_sunjoyo. Ia menilai situasi ini patut diwaspadai karena bisa memicu dualisme di tubuh PSIS.

“Awas hati-hati bau-bau dualisme bisa terjadi. Jika aset-aset lama masih dikuasai orang lama, secara hukumnya CEO baru tetap akan menang, tapi konfliknya akan terus bermunculan. Kali ini tidak boleh ada toleransi. Anggap itu bagian dari pencurian. Angkat ke ranah hukum, tegas dan tuntas. Trofi adalah simbol marwah klub, sejarah klub, bukan sejarah individu,” tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari manajemen lama PSIS Semarang terkait hilangnya jersey latihan maupun piala klub tersebut.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore