Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2026, 00.54 WIB

Dijamin Menang Mulu! Persija Jakarta Bisa Juara Super League 2025/2026 Andai Berkandang di GBK Sampai Akhir Musim

Pesepak bola Persija Jakarta Aditya Warman berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Persijap Jepara pada pertandingan Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (3/1/2026).  (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pesepak bola Persija Jakarta Aditya Warman berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Persijap Jepara pada pertandingan Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (3/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Persija Jakarta punya catatan dan rekor bagus setiap memainkan pertandingan kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Super League 2025/2026. Macan Kemayoran bisa mengunci gelar juara jika berkandang tetap di stadion tersebut sampai akhir musim.

Persija masih merasakan pindah-pindah kandang dalam mengarungi Super League 2025/2026. Sepanjang putaran pertama, Macan Kemayoran tercatat sudah bermain di tiga stadion berbeda dalam memainkan pertandingan kandang.

Pertama, Jakarta International Stadium (JIS) untuk tiga laga kandang awal, lalu terusir hingga Stadion Manahan Solo untuk dua pertandingan, serta terakhir Stadion Utama Gelora Bung Karno di tiga laga kandang terakhir putaran pertama.

Hasilnya, Persija punya rekor terbaik saat berkandang di Stadion Utama GBK. Macan Kemayoran mampu meraih 9 poin alias selalu menang dalam tiga pertandingan yang dimainkan. Masing-masing atas PSIM Jogjakarta (2-0), Bhayangkara Presisi Lampung FC (3-0), dan Persijap Jepara (2-0).

Catatan itu lebih baik dari saat Persija main di JIS. Macan Kemayoran yang cukup superior di stadion kawasan Jakarta Utara pada musim lalu, justru baru dapat lima angka saja dalam tiga laga kandang awal musim ini.

Persija hanya menang atas Persita Tangerang (4-0) saat main di JIS musim ini. Sementara dua laga lainnya berujung ditahan imbang oleh lawannya, Malut United FC (1-1) dan Bali United FC (1-1).

Adapun saat bermain di Solo, Persija menang dua kali. Masing-masing atas PSBS Biak dan Persik Kediri dengan skor 3-1. Selalu menang tapi tak begitu apik dan Macan Kenayoran harus jauh dari suporternya The Jakmania bila rutin main di Solo.

Artinya, Persija lebih meyakinkan saat bermain di Stadion Utama GBK untuk laga kandang. Para pemain dan pelatih juga cukup menikmatinya, ketimbang tampil di JIS.

Pelatih Mauricio Souza pernah mengatakan bahwa keunggulan dari Stadion Utama GBK adalah punya rumput yang bagus. Kualitasnya lebih bagus dari JIS. Tapi untuk atmosfer, kedua stadion punya penilaian dan perasaan berbeda.

"Dua stadion itu [GBK dan JIS] luar biasa, cantik sekali. Di GBK lapangan lebih baik dari JIS. Kalau atmosfer lebih bagus JIS karena penonton lebih dekat," kata Mauricio Souza pada November lalu.

"Tetapi, tetap saja, kehadiran penonton yang memenuhi, saya sulit mengatakan yang terbaik. Keduanya bagus untuk pertandingan," tambah pelatih asal Brasil ini.

Dengan demikian, panitia pelaksana Persija patut mempertimbangkan untuk tetap tampil di Stadion Utama GBK selama laga kandang. Sebab permainan Macan Kemayoran lebih keluar karena urusan rumput yang bagus.

Jika selalu main di Stadion Utama GBK, Persija juga punya peluang besar untuk mempertahankan rekor 100 persen menang. Kans untuk juara Super League 2025/2026 pun semakin terbuka andai Macan Kemayoran selalu menang dalam laga kandang sisa yang dimainkan.

Tapi misi ini jelas tak mudah. Sebab Stadion Utama GBK juga jadi markas Timnas Indonesia. Persija bisa terusir lagi dari stadion tersebut pada Maret karena berpotenai dipakai untuk FIFA Series 2026.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore