Ezra Walian dipastikan bertahan di Persik Kediri hingga 2029. (Dok: Persik)
JawaPos.com – Ezra Walian sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta. Kapten Persik Kediri itu bahkan dikabarkan tinggal selangkah lagi pindah ke Ibu Kota.
Namun, hal itu dipastikan tidak akan terjadi. Sebab, Ezra tidak memperpanjang kontrak bersama Macan Putih hingga 2029. Pihak manajemen memiliki alasan kuat untuk mempertahankan Ezra.
“Sejak kedatangannya, Ezra memperlihatkan dedikasi luar biasa. Selain tampil impresif di lapangan, dia juga menjadi pemimpin di ruang ganti,” ucap Manajer Persik, M. Syahid Nurchasan.
Pernyataan Syahid itu terbukti di lapangan. Musim ini, Ezra menjadi salah satu pemain terbaik Persik. Dari 15 laga bersama Macan Putih, ia telah mengemas lima gol dan tujuh assist. Tak hanya itu, Ezra juga enam kali dinobatkan sebagai man of the match musim ini.
Bagi Syahid, catatan apik tersebut membuat Ezra layak dipertahankan. “Hadirnya Ezra sangat sering membantu tim dalam momen krusial. Perpanjangan kontrak ini sekaligus menjadi komitmen mentalitas dan kualitas yang lebih kuat,” ujar Syahid.
Baca Juga: Deal! Persija Jakarta Tunggu Kedatangan Ivar Jenner, Macan Kemayoran Sudah Capai Kesepakatan
Persik Kediri untuk mempertahankan skuad terbaiknya, ungkap Syahid. Ezra pun mengaku tidak menyangka kepindahan beberapa klub lain. Ia merasa Persik telah menaruh kepercayaan yang sangat tinggi kepadanya.
“Kepercayaan ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus meningkatkan performa, bekerja lebih keras, dan memberikan kontribusi terbaik di setiap laga,” tegas mantan winger Persib Bandung itu.
Persik tidak hanya mempertahankan pemain terbaiknya. Macan Putih juga melepas beberapa pemain ke klub lain. Terbaru, Persik meminjamkan dua pemain lokalnya, Hugo Samir dan Yusuf Meilana. Keduanya dilepas dengan status pinjaman.
Hugo dikabarkan akan berseragam Persiku Kudus, sementara Yusuf disebut-sebut akan membela Bali United. Menurut Syahid, keputusan meminjamkan kedua pemain tersebut telah melalui pertimbangan matang.
Untuk Yusuf, posisinya tergeser setelah kedatangan Hehanussa bersaudara. “Yusuf membutuhkan tantangan baru dan kesempatan bermain yang lebih konsisten. Itu penting agar dia terus berkembang sebagai pemain. Kami yakin dia akan kembali dengan mentalitas dan kualitas yang lebih kuat,” ujar Syahid.
Sementara itu, kendala Hugo adalah minimnya menit bermain. Ia kalah bersaing dengan pemain di bawah usia 23 tahun lainnya, seperti Rifqi Ray dan Wigny Pratama.
“Hugo memiliki potensi besar yang masih bisa ditingkatkan. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di klub barunya,” pungkas Syahid.
