Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 03.39 WIB

Tembus Rp 455 Juta! Persebaya Surabaya Jadi 'Runner Up' Donatur Denda ke PSSI!

Skuad Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Istimewa) - Image

Skuad Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Istimewa)

JawaPos.com — Total denda Komite Disiplin PSSI yang harus dibayar Persebaya Surabaya sepanjang paruh musim Super League 2025/2026 menembus angka fantastis Rp 455 juta. Jumlah itu menempatkan Green Force sebagai runner up penyumbang denda terbesar ke PSSI, hanya kalah dari PSM Makassar.

Angka Rp 455 juta menjadi sorotan karena mencerminkan derasnya aliran denda di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini. Persebaya Surabaya bahkan unggul atas klub-klub besar lain seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung dalam daftar “donatur” denda Komdis PSSI.

Berdasarkan rekapitulasi paruh musim, PSM Makassar memuncaki daftar dengan total denda mencapai Rp 525 juta. Persebaya Surabaya menyusul di posisi kedua dengan Rp 455 juta, sementara Persija Jakarta berada di urutan ketiga dengan Rp 410 juta.

Daftar sepuluh besar juga diisi Persik Kediri dengan Rp 260 juta, Arema FC Rp 255 juta, Madura United Rp 200 juta, dan Bhayangkara FC Rp 195 juta.

Persib Bandung dan Malut United sama-sama mencatat Rp 185 juta, disusul Persita Tangerang dengan Rp 165 juta.

Di bawahnya ada Persijap Jepara Rp 145 juta, Persis Solo Rp 105 juta, dan Dewa United Rp 100 juta.

PSIM Yogyakarta, Semen Padang, Bali United, hingga Borneo FC melengkapi daftar dengan nominal lebih kecil, sementara PSBS Biak menjadi satu-satunya klub tanpa denda.

Deretan angka tersebut menunjukkan tingginya intensitas pelanggaran yang terjadi sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026.

Persebaya Surabaya menjadi salah satu klub yang paling sering tersandung sanksi, baik akibat ulah pemain, ofisial, maupun faktor nonteknis lainnya.

Fakta ini menjadi catatan minor bagi Persebaya Surabaya yang sejatinya sedang memasuki era baru bersama pelatih Bernardo Tavares.

Pelatih asal Portugal itu mulai menangani tim di tengah ekspektasi besar untuk membawa Green Force lebih kompetitif dan stabil.

Menatap putaran kedua, Tavares menilai masa jeda kompetisi sebagai fase penting untuk berbenah. Ia ingin memastikan seluruh elemen tim memahami arah permainan dan disiplin yang diharapkan.

“Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain. Melalui pertandingan persahabatan, kami bisa melihat siapa saja yang siap bersaing di putaran kedua,” ujarnya.

Persebaya Surabaya pun telah merancang sejumlah laga uji coba selama masa jeda kompetisi. Seluruh pemain dan staf pelatih akan dilibatkan untuk memastikan evaluasi berjalan menyeluruh.

Menurut Tavares, uji coba tidak hanya berfungsi mengasah taktik, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemain yang minim menit bermain. Ia ingin semua pemain merasa terlibat dan siap bersaing secara sehat.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore