
PSIM Jogjakarta bersiap jelang laga vs Persebaya. (Istimewa)
JawaPos.com–PSIM Jogja terus mematangkan persiapan menjelang laga kandang menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1). Jeda kompetisi super league dimanfaatkan tim pelatih untuk meningkatkan kondisi fisik pemain, menyusul jadwal padat yang akan dihadapi Laskar Mataram dalam beberapa pekan ke depan.
Pelatih Kepala PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menegaskan, fokus utama latihan saat ini adalah fisik untuk laga melawan Persebaya. Fase ini juga menjadi momen krusial sebelum tim memasuki periode pertandingan beruntun yang menyita energi.
”Kami sedikit fokus pada aspek fisik karena program latihan sekarang akan sangat padat. Jadi sekarang adalah waktunya menggenjot fisik karena dalam beberapa minggu ke depan kami tidak bisa latihan fisik lagi,” ujar Van Gastel dikutip dari website psimjogja.id.
Selain intensitas latihan, kondisi skuad juga menjadi perhatian. Van Gastel mengungkapkan bahwa sejumlah pemain masih belum bisa diturunkan karena cedera, meski proses pemulihan menunjukkan perkembangan positif. Beberapa nama yang dipastikan belum siap tampil di antaranya Saku, Donny, Anton, dan Harlan.
”Saku masih cedera, dia sudah kembali ke lapangan tapi belum bergabung dengan tim. Donny belum pulih benar, Anton juga belum, dan Harlan belum siap,” jelas Jean-Paul Van Gastel.
Di tengah keterbatasan tersebut, PSIM mendapat tambahan tenaga dengan pulihnya Andy Irfan. Pemain tersebut sudah kembali berlatih penuh dan berpeluang menjadi opsi penting dalam skema permainan PSIM saat menjamu Persebaya.
Tak hanya soal kondisi internal, PSIM juga mewaspadai perubahan di tubuh tim tamu. Persebaya Surabaya datang dengan semangat baru usai melakukan pergantian pelatih kepala. Kemenangan atas Malut United pada laga terakhir menjadi sinyal kebangkitan Persebaya.
”Pelatih baru baru saja masuk ke Persebaya, dia melatih satu pertandingan dan mereka menang lawan Malut. Itu hasil yang sangat bagus buat mereka,” kata Van Gastel.
Masuknya pelatih baru serta beberapa pemain anyar membuat gaya bermain Persebaya sulit diprediksi. Van Gastel menilai situasi ini menuntut PSIM untuk tampil lebih disiplin dan fokus sepanjang pertandingan.
”Jadi susah diprediksi bagaimana mereka akan menghadapi kami karena ini bakal jadi pertandingan yang berbeda,” tambah Jean-Paul Van Gastel.
Meski demikian, Van Gastel tetap menaruh respek besar terhadap pelatih anyar Persebaya Bernardo Tavares yang memiliki catatan positif di kompetisi Indonesia. PSIM harus tampil tajam dan siap menghadapi tantangan apa pun demi meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
