Suporter PSIM Yogyakarta ancam boikot usai kuota tiket lawan Persebaya Surabaya dibatasi. (Dok. PSIM)
JawaPos.com — Panitia pelaksana PSIM Yogyakarta akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah pembatasan kuota tiket laga kontra Persebaya Surabaya memicu kemarahan suporter tuan rumah. Kekecewaan itu bahkan berkembang menjadi ancaman boikot, tepat jelang laga krusial pekan ke-18 Super League 2025/2026.
Pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya dijadwalkan berlangsung Minggu (25/1) pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Duel sarat gengsi ini disiarkan langsung Indosiar dan dapat diakses melalui layanan live streaming Vidio.
Laga ini memiliki arti penting bagi kedua tim yang sedang bersaing ketat di papan atas klasemen sementara.
PSIM menempati peringkat keenam dengan koleksi 30 poin dari 17 pertandingan, sedangkan Persebaya Surabaya membuntuti di posisi ketujuh dengan 28 poin.
Selisih dua poin membuat duel di Bantul diprediksi berjalan panas dan penuh tensi. Persebaya Surabaya juga datang dengan misi membalas kekalahan pada pertemuan putaran pertama musim ini.
Di tengah tingginya antusiasme publik, PSIM lebih dulu mengumumkan larangan kehadiran suporter tim tamu. Kebijakan itu disebut mengikuti regulasi kompetisi dan pertimbangan keamanan jelang laga berisiko tinggi.
“Laga PSIM Jogja vs Persebaya Surabaya, 25 Januari 2026 di Stadion Sultan Agung akan digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu, sesuai regulasi kompetisi BRI Super League 2025/26 dan pertimbangan keamanan,” tulis PSIM Yogyakarta dalam pernyataan resmi.
Himbauan itu disertai ajakan menjaga kondusivitas dan persaudaraan antarsuporter.
Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Seno Aji, ikut menyampaikan pesan serupa kepada pendukung.
“Kami mohon pengertian seluruh pendukung untuk bersama-sama menghormati regulasi dan menjaga kondusivitas. Dukungan terbaik adalah menjaga keamanan dan persaudaraan,” ujarnya.
Masalah justru muncul ketika kuota tiket untuk suporter tuan rumah juga dibatasi. Kondisi ini membuat banyak pendukung PSIM gagal mendapatkan tiket meski laga digelar tanpa kehadiran suporter Persebaya Surabaya.
Kemarahan suporter pun tak terelakkan dan ramai disuarakan di media sosial. Banyak pihak menilai pembatasan kuota tidak sejalan dengan ajakan untuk memenuhi stadion demi mendukung tim kebanggaan.
Menanggapi situasi tersebut, panpel PSIM akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Pernyataan itu dirilis tak lama setelah gelombang protes dari berbagai elemen suporter.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
