
Pedro Matos di jalani laga perdana bersama Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo lawan Dewa United. (Persebaya)
JawaPos.com — Pedro Matos blak-blakan jelang laga krusial Persebaya Surabaya kontra Dewa United. Playmaker anyar Green Force itu menilai ada celah yang bisa dimanfaatkan jika Persebaya Surabaya bermain fokus dan agresif sejak menit awal.
Gelandang berusia 28 tahun tersebut mengaku sudah tidak sabar kembali merumput bersama Persebaya Surabaya. Atmosfer pertandingan kandang di Gelora Bung Tomo disebutnya menjadi momen yang sangat ia tunggu.
Pedro baru saja mencatatkan debutnya bersama Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada 25 Januari lalu. Meski hanya bermain singkat, penampilannya langsung mencuri perhatian.
Masuk menggantikan Milos Raickovic pada menit ke-71, Pedro tampil penuh percaya diri. Dalam waktu 24 menit, ia mampu memberi warna baru di lini tengah Persebaya Surabaya.
Statistiknya menunjukkan kontribusi nyata meski durasi bermain terbatas. Pedro mencatat akurasi umpan mencapai 86 persen dengan enam umpan sukses dari tujuh percobaan.
Ia juga aktif dalam duel dan transisi bertahan selama berada di lapangan. Pedro memenangkan 86 persen duel, melakukan satu tekel, dan satu pemulihan bola.
Selain distribusi bola, mobilitasnya juga cukup merepotkan pemain PSIM. Pedro mencatat dua dribel sukses dan dua kali dilanggar lawan.
Perannya di laga debut tidak hanya soal menyerang. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberinya mandat khusus untuk menempel ketat Ze Valente sepanjang ia berada di lapangan.
Tugas tersebut dijalankan dengan disiplin tinggi. Pedro mampu membatasi ruang gerak pemain kunci PSIM sekaligus tetap berkontribusi dalam membangun serangan.
Usai pertandingan, rasa puas tak bisa disembunyikan oleh Pedro. Ia menyebut debut tersebut menjadi modal penting untuk laga-laga berikutnya bersama Persebaya Surabaya.
Fokus Pedro kini tertuju pada duel melawan Dewa United yang akan digelar 1 Februari mendatang. Laga itu disebutnya sebagai ujian penting bagi konsistensi tim.
Pedro menilai Dewa United sebagai tim yang memiliki organisasi permainan rapi. Namun, ia melihat ada celah jika lawan tidak diberi waktu mengembangkan permainan.
“Dewa United adalah tim yang bagus dan terorganisasi. Kami harus fokus dari menit pertama dan bermain dengan intensitas tinggi,” ujar Pedro.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan Persebaya Surabaya untuk laga kandang nanti. Tekanan sejak awal dinilai menjadi kunci membongkar permainan Dewa United.
Bagi Pedro, pertandingan ini juga sarat makna personal. Ini akan menjadi penampilan perdananya di Gelora Bung Tomo berseragam Persebaya Surabaya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
