
Malik Risaldi jadi salah satu andalan lini depan Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares. (Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya memilih mengandalkan bomber Timnas Indonesia jelang duel penting melawan Dewa United di lanjutan pekan ke-19 Super League 2025/2026, Minggu (1/2/2026). Pelatih Bernardo Tavares memberi tugas khusus kepada Malik Risaldi untuk menjadi solusi di tengah keterbatasan stok penyerang lokal.
Keputusan itu diambil karena Persebaya Surabaya tak memiliki banyak opsi di lini serang untuk mengarungi sisa kompetisi musim ini.
Sejak kepergian Rizky Dwi, belum ada penyerang lokal yang benar-benar sepadan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Situasi itu memaksa tim pelatih berpikir realistis dan memaksimalkan potensi pemain yang ada. Malik Risaldi menjadi nama utama yang dipercaya untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Malik bukan sosok asing di sepak bola nasional dan pernah memperkuat Persela Lamongan serta Madura United FC.
Statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia era Shin Tae-yong turut memperkuat keyakinan tim pelatih untuk memberinya peran lebih besar.
Meski posisi murninya adalah winger, Malik beberapa kali dimainkan sebagai penyerang tengah. Fleksibilitas itu dianggap krusial untuk menyesuaikan kebutuhan taktik Persebaya Surabaya.
Musim ini dari data Sofascore, Malik telah tampil dalam 18 pertandingan bersama Persebaya Surabaya. Dari jumlah itu, 12 laga dijalani sebagai starter dengan rata-rata bermain 60 menit per pertandingan.
Total menit bermain Malik mencapai 1.084 menit sepanjang musim berjalan. Angka tersebut menunjukkan konsistensi kepercayaan yang diberikan tim pelatih kepadanya.
Dari sisi produktivitas, Malik mencatatkan satu gol sejauh ini. Frekuensi mencetak golnya tercatat setiap 1.084 menit dengan rata-rata 0,06 gol per laga.
Dalam aspek menembak, Malik melepaskan 1,3 tembakan per pertandingan. Dari jumlah itu, 0,6 tembakan per laga mengarah tepat ke sasaran.
Kontribusi Malik tak hanya soal gol, tetapi juga kreativitas. Dia sudah mengoleksi dua assist dan mencatatkan 0,8 umpan kunci per pertandingan.
Akurasi operan Malik berada di angka 75 persen dengan rata-rata 11,4 umpan per laga. Untuk bola panjang, akurasinya tercatat 42 persen dengan 0,4 percobaan per pertandingan.
Umpan silang juga menjadi bagian dari permainannya. Malik mencatatkan akurasi umpan silang 35 persen dengan rata-rata 0,3 per laga.
Dalam fase bertahan, Malik cukup aktif membantu tim. Dia mencatatkan 3,4 pemulihan bola per pertandingan sepanjang musim ini.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
