
Riyan Ardiansyah dikabarkan merapat ke Persebaya Surabaya. (Malut United)
JawaPos.com–Profil Riyan Ardiansyah mendadak jadi sorotan di bursa transfer Super League 2025/2026 jelang penutupan jendela perpindahan pemain. Winger serba bisa milik Malut United itu dikabarkan segera merapat ke Persebaya Surabaya pada Selasa (3/2).
Kabar tersebut pertama kali diungkap akun @emosijiwakucom yang dikenal kerap membocorkan informasi transfer Persebaya Surabaya.
Dalam unggahannya, akun tersebut menulis ucapan selamat datang. “Selamat datang Riyan Ardiansyah ????,” disertai biodata singkat sang pemain.
Profil Riyan Ardiansyah memang menarik untuk dibedah lebih dalam, terutama melihat kebutuhan Persebaya Surabaya di sektor sayap. Pemain kelahiran Pati, Jawa Tengah, ini dikenal fleksibel dan mampu bermain di beberapa posisi sekaligus.
Riyan Ardiansyah lahir pada 14 Mei 1996 dan kini berusia 29 tahun, usia yang dianggap matang untuk level kompetisi Super League. Dengan tinggi badan 1,74 meter, ia punya keseimbangan ideal antara kecepatan, kelincahan, dan kekuatan duel.
Posisi utama Riyan Ardiansyah adalah sayap kanan, namun kemampuannya tak berhenti di situ. Dia juga bisa diplot sebagai sayap kiri hingga bek kanan, sebuah nilai tambah besar untuk pelatih yang mengandalkan rotasi pemain.
Kaki dominan kanan membuat Riyan nyaman melakukan cut inside maupun mengirim umpan silang akurat dari sisi lapangan. Karakter ini cocok dengan gaya permainan Persebaya Surabaya yang mengandalkan kecepatan sayap dan transisi cepat.
Saat ini Riyan Ardiansyah masih tercatat sebagai pemain Malut United FC. Dia bergabung dengan klub asal Maluku Utara tersebut pada 23 Juli 2025 dan masih terikat kontrak aktif.
Nilai pasar Riyan Ardiansyah berada di kisaran Rp 1,74 miliar, angka yang terbilang realistis untuk pemain lokal berpengalaman. Angka tersebut mencerminkan konsistensi performa dan jam terbangnya di level tertinggi.
Sepanjang karir profesionalnya, Riyan telah mencatatkan 124 pertandingan di berbagai kompetisi. Dari jumlah tersebut, dia menyumbang 12 gol dan 6 assist, kontribusi yang solid untuk pemain sayap.
Menit bermain Riyan Ardiansyah juga menunjukkan tingkat kepercayaan pelatih terhadap dirinya. Total 6.205 menit bermain menjadi bukti ia bukan sekadar pelapis, melainkan bagian penting dalam tim.
Dari sisi disiplin, Riyan mencatat 17 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan satu kartu merah. Statistik ini menunjukkan gaya bermain agresif namun masih dalam batas wajar untuk pemain dengan tugas bertahan dan menyerang.
Sebelum memperkuat Malut United, Riyan Ardiansyah sempat membela PSIS Semarang. Pengalaman bersama PSIS turut membentuk mental bertandingnya di laga-laga besar dan tekanan suporter.
Profil Riyan Ardiansyah dinilai sejalan dengan kebutuhan Persebaya Surabaya yang masih membuka opsi merekrut pemain baru. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, sebelumnya memang memberi sinyal aktivitas transfer belum sepenuhnya berhenti.
“Beberapa pemain lokal yang kami minati ma terikat kontrak. Jadi, kami tidak bisa merekrut beberapa pemain. Sulit untuk merekrut pemain lokal,” ujar Bernardo Tavares.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
